Manfaat, Olahan, dan Cara Budidaya Buah Mata Kucing

650 views

Setelah semua bahan siap, mulailah merebus semua bahan sirup di atas kompor dengan api kecil. Rebus hingga aromanya mulai tercium, lantas dinginkan. Selanjutnya Anda hanya perlu menambahkan isiannya (lengkeng, stroberi, dan nata de coco) dan es batu sesuai selera.

Manfaat Olahan dan Cara Budidaya Buah Mata Kucing

Jika Anda lebih suka minuman hangat, buah lengkeng juga cocok diolah menjadi minuman hangat. Untuk membuat sirup mata kucing hangat, siapkanlah bahan-bahan berikut :

  • Buah mata kucing 1 kaleng (270 gram), sisihkan air sari buahnya
  • Kayu manis 2 cm
  • Air lengkeng 350 ml
  • Air putih 250 ml
  • Jahe 2 cm, memarkan
  • Gula palem 60 gram
  • Gula pasir 50 gram
  • Cengkeh 3 butir
  • Sagu mutiara merah 25 gram, rebus
  • Kacang tanah kupas 50 gram, rebus

Setelah semua bahan siap diolah, rebus air lengkeng dan air putih bersamaan dengan jahe, gula palem, kayu manis, cengkeh, dan gula pasir sambil terus diaduk. Angkat setelah gula larut, lalu tambahkan buah lengkeng, kacang tanah, dan sagu mutiara merah. Minum selagi hangat.

Pohon Buah Mata Kucing dan Pembudidayaannya

Tahukah Anda bahwa buah mata kucing ini hampir terancam punah? Meski kelihatannya buah ini tidak sulit ditemukan (pada musimnya) di negeri kita, sebenarnya buah yang pohonnya bisa mencapai tinggi 15 meter ini sudah cukup sulit ditemui di kawasan negara lain. Oleh karena itu, selain menikmati buah lengkeng dengan membelinya dari para pedagang buah setiap musim lengkeng, ada baiknya kita membantu melestarikan pohon buah lengkeng dengan turut menanamnya.

Pohon buah lengkeng merupakan jenis tanaman keras dengan batang yang kuat, akar yang luas menelusup di dalam tanah. Hal ini membuat pohonnya tidak mudah roboh dan memiliki kemampuan bertahan dalam musim kering. Akan tetapi pohon ini memiliki syarat tempat penanaman yang ideal.

Pertama, berlokasi di dataran rendah, antara 200 – 600 meter di atas permukaan laut. Kedua, beriklim basah yakni daerah yang musim keringnya tidak melebihi 4 bulan. Ketiga, volume air tanah bisa dijangkau pada kedalaman 50 – 200 cm, dengan curah hujan yang cukup banyak tiap tahunnya.

Jika ingin membudidayakan pohon mata kucing, sebaiknya Anda memilih metode okulasi dan cangkok. Menanam pohon lengkeng yang tubuh dari biji kurang menguntungkan karena Anda harus menunggu selama lebih dari 10 tahun agar pohon tersebut berbuah.

Apabila Anda menggunakan metode okulasi dan cangkok, pohon lengkeng Anda dapat berbuah sejak usianya 6 bulan – 4 tahun. Bibit lengkeng yang bisa ditanam di dalam pot bisa Anda dapatkan di penjual pepohonan buah dengan kisaran harga Rp40.000 – Rp100.000.

Pemeliharaan pohon lengkeng tidaklah sulit karena pohon ini bukan tipe pohon yang ‘rewel’. Hal yang perlu Anda perhatikan adalah pemberian pupuk kandang dan penyiraman. Pepohonan yang masih kecil harus disiram setiap pagi dan sore hari dengan air secukupnya.

Pangkaslah cabang-cabang dan ranting-ranting yang tidak produktif. Langkah ini bermanfaat untuk memberikan sinar matahari yang cukup dan merata pada cabang-cabang yang produktif. Lakukan juga proteksi atas benalu atau tumbuhan parasit. Segera singkirkan benalu ketika Anda menemukannya.

Saat pohon Anda mulai berbuah, jagalah ia dari Tessaratoma javanica, sejenis serangga pengisap buah, dan kelelawar pemakan buah. Lindungi buah lengkeng Anda dengan membrongsongnya. Saat matang, buah lengkeng siap dipanen.

Buah lengkeng yang sudah matang berwarna kecokelatan gelap, permukaan daging buah licin serta berair, rasanya manis, dan aromanya sedap. Jangan pernah memetik buah lengkeng yang belum matang karena buah ini tidak dapat matang di tanah alias tidak bisa dikarbit.

Waktu terbaik untuk memanen buah mata kucing adalah di pagi hari yang cerah. Pemanenan di siang hari dapat merusak buah lengkeng yang baru dipetik karena terkena sinar matahari sehingga buah tersebut mudah menguapkan airnya. Cuaca pagi hari saat panen haruslah cerah, jangan memanen di saat hujan karena buah yang dipetik di saat hujan akan cepat membusuk karena basah.