Budidaya Tanaman Buah Mengkudu secara Organik

Budidaya Tanaman Buah Mengkudu

Budidaya Tanaman Buah Mengkudu

4. Ciri-ciri Tanaman Mengkudu

a. Buah

Buah mengkudu terbagi ke dalam sel-sel polygonal yang berbintik-bintik. Buah muda berwarna hijau, semakin tua warnanya semakin kuning. Buah matang berwarna putih transparan dan lunak.

b. Batang

Batang tanaman mengkudu berwarna coklat dengan dahan yang kaku dan kasar. Tinggi tanaman mengkudu dapat mencapai 4-6 meter.

c. Bunga

Bunga mengkudu yang masih kuncup berwarna hijau. Saat mulai mengembang berwarna putih, harum dan bergerobol. Kelopak bunga tumbuh menjadi buah matang dengan diameter 3-4 inchi.

d. Akar

Akar tanaman mengkudu berwarna coklat kehitaman dan lapisan dalam berwarna agak kuning. Akar mengkudu mengandung zat warna merah yang dapat dipakai untuk proses membatik.

5. Kandungan Kimia

Kandungan kimia yang terdapat dalam mengkudu antara lain polisakarida, morindin, alkabid xeronin atau proxeronine, enzim proxeronase, metil asetilester dari kapron, asam kaprik morindadiol, dan soranyidiol. Kesemua kandungan ini sebagian besar terdapat dalam buahnya.

6. Khasiat Tanaman

Tanaman mengkudu berkhasiat sebagai obat analgetik, antiseptic, immunostimulan, antihipertensi, melancarkan pembuangan air seni, mengobati radang usus, mengobati siare pada anak, dan menghilangkan kulit bersisik. Selain itu, tanaman mengkudu juga dapat menyembuhkan eksim, encok, pegal linu, masuk angin, radang tenggorokan dan amandel, penyakit cacing gelang, gangguan pada pencernaan dan hormonal, mengurangi proses penuaan, dan mampu mengurangi gangguan-gangguan penyakit orgam, seperti ginjal, hati, pancreas, dan paru.

7. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kandungan Zat pada Tanaman Mengkudu

Faktor-faktor yang mempengaruhi kandungan zat yang berkhasiat bagi kesehatan pada tanaman mengkudu, di antaranya sebagai berikut.

  • Faktor lingkungan (iklim dan ketinggian).
  • Waktu panen.
  • Bagian tanaman yang digunakan.
  • Faktor-faktor pascapanen (penyimpanan dan proses lainnya).
  • Kontaminasi dari mikroba, serangga, dan lain-lain.
  • Penggunaan pestisida.

8. Penelitian Farmakologi

Berdasarkan penelitian farmakologi diketahui khasiat dari buah mengkudu, antara lain sebagai berikut.

  • Penelitian terhadap hewan uji menunjukkan khasiat antikanker dan meningkatkan imunitas, serta memperlihatkan indikasi adanya efek sedative ringan.
  • Secara spesifik, komponen polisakarida menunjukkan dapat meningkatkan imunitas bekerja dengan mengaktifkan sel darah putih untuk menghancurkan sel-sel tumor dan komponen damnachantal bertanggung jawab untuk menghasilkan efek sedative.

Nah, itulah beberapa bahasan terkait pengenalan tanaman mengkudu secara detail. Pembahasan elanjutnya akan dilanjutkan kepada pengaplikasian budidaya tanaman mengkudu secara organik. Seperti apa langkah-langkahnya? Berikut penjelasannya.

Aplikasi Budidaya Tanaman Buah Mengkudu secara Organik

Langkah-langkah pengaplikasian budidaya tanaman mengkudu secara organik harus memerhatikan beberapa hal, seperti lokasi tumbuh, persiapan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan tanaman, dan pemanenan. Berikut adalah penjelasan singkat mengenai hal-hal penting tersebut.

1. Lokasi Tumbuh

Mengkudu dapat tumbuh pada dataran rendah hingga ketinggian 500 mdpl, lebih dari itu masih bisa tumbuh, namun pertumbuhannya lambat. Curah hujan tahunan sekitar 2000-4000 mm/tahun dan merata sepanjang tahun, dekat sumber air tanah dengan jarak 1-5 meter. Tanaman mengkudu tumbuh baik pada tanah yang subur dan memiliki ketersediaan nutrisi yang cukup.

2. Persiapan Lahan

Hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menanam mengkudu adalah sebagai berikut.

  • Mempersiapkan lubang tanam dengan cara mencangkul tanah dengan ukuran 60 x 60 x 60 cm dengan jarak tanam 5 m x 5 m atau 4 m x 6 m. penentuan jarak lubang tanam dapat berbentuk bujur sangkar atau zigzag.
  • Tanah galian lubang tanam disimpan di samping lubang. Pisahkan tanah lapisan bawah dan lapisan atas. Tanah lapisan atas dicampur dengan pupuk kandang sebanyak 20 kg.
  • Diamkan lubang tanam minimal 1 minggu.

3. Pembibitan

Sumber bibit dapat diperoleh dari penyemaian secara generatif maupun vegetatif. Namun semua itu harus memenuhi persyaratan tertentu agar tanaman mengkudu yang dihasilkan memiliki kualitas yang baik.

4. Penanaman

Waktu tanam yang baik biasanya awal atau pertengahan musim hujan. Bila lubang tanam sudah dingin, tambahkan pupuk kandang dan aduk dengan tanah lapisan atas, kemudian masukkan tanaman mengkudu hasil persemaian, lalu tutup lobang tanam dengan tanah lapisan bawah terlebih dahulu.

5. Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharan tanaman mengkudu harus dilakukan secara berkala. Beberapa kegiatan yang perlu dilakukan dalam memelihara tanaman mengkudu adalah memastikan bahwa tanaman tidak terserang hama dan penyakit. Jika beberapa tanaman ada yang terindikasi terinfeksi hama atau penyakit, maka tindakan preventif perlu segera dilakukan. Salah satu tindakan preventif yang dimaksud adalah dengan melakukan aplikasi penyemprotan pestisida.

6. Pemanenan

Pemanenan hendaknya mempertimbangkan standar kualitas buah mengkudu yang akan diolah pabrik. Umumnya pihak pabrik menerapkan standar tertentu pada mengkudu yang akan diproduksi. Beberapa standar atau syarat tersebut, di antaranya sebagai berikut.

  • Warna buah mengkudu harus putih merata dengan bentuk buah yang sempurna.
  • Kondisi buah utuh dan tidak berlubang serta tidak retak atau pecah.
  • Buah masih keras atau mengkal dengan ukuran panjang minimal 6 cm.

Untuk mendapatkan hasil buah mengkudu yang baik dan dapat diterima pasar, harus memerhatikan pola permintaan konsumen, waktu panen, dan kondisi buah yang akan dipanen. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You May Also Like