Cara Bercocok Tanam Cabe Yang Baik Dan Benar

Posted on 4,344 views

Ada banyak macam langkah cara bercocok tanam cabe yang baik dan benar yaitu menggunakan lahan bedengan, pot, polybag, pekarangan rumah, dan juga hidroponik. Namun banyak petani yang menggunakan lahan bedengan sebagai cara bercocok tanam cabai karena jika menggunakan lahan bedengan dapat menghasilkan cabai yang lebih banyak dan juga produktif.

Selain itu, proses perawatan tanaman cabai pada lahan bedengan sangat mudah dan simpel karena lahan bedengan tidak dapat ditumbuhi oleh rumput-rumput liar. Namun sebelum membahas tentang cara bercocok tanam cabai alangkah baiknya Anda memahami terlebih dahulu pengertian tentang cabai.

cara bercocok tanam cabe yang baik dan benar

Cabai atau chili adalah tanaman jenis sayuran yang dapat dimanfaatkan sebagai bumbu-bumbuan. Ada banyak jebis cabai yaitu cabai keriting, cabai rawit, cabai lalapan, cabai sayuran dan masih banyak lagi jenis cabai yang lainnya. Cabai mempunyai nilai ekonomi yang termasuk tinggi, bahkan harganya bisa mencapai hingga 100rb rupiah per kilo nya.

Ada berbagai macam cara bercocok tanam cabai yaitu mulai dari cara menam pada lahan bedengan, pot, polybag, hidroponik, dan juga di pekarangan rumah. Dalam kesempatan kali ini saya akan memberikan ulasan tentang cara bercocok tanam cabai menggunakan lahan bedengan hingga panen.

Langkah-langkah Cara Bercocok Tanam Cabe Yang Baik Dan Benar

Berikut ini langkah-langkah yang anda harus anda lakukan untuk cara bercocok tanam cabe yang baik dan benar menggunakan lahan bedengan dengan baik dan benar:

A. Pengolahan Lahan Bedengan

Mengolah lahan bedengan merupakan langkah yang paling pokok untuk diperhatikan karena lahan bedengan yang baik dapat menunjang kesuburan pada tanaman. Maka langkah-langkah yang harus diperhatikan sebagai berikut:

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu penggemburan, tanah digemburkan dengan cara dicangkul dengan kedalaman minimal 25 cm. Kedalaman untuk proses penggemburan berpengaruh terhadap tingkat kesuburan pada tanah.
  2. Pembentukan lahan bedengan dengan lebar 80 cm atau bisa juga disesuaikan dengan ukuran lebar plastik mulsa yang akan digunakan, untuk panjang bedengan bisa disesuaikan dengan panjang lahan atau bisa juga sesuai dengan yang kita inginkan.
  3. Berikan jarak setiap bedengan yaitu sekitar 50 cm.
  4. Berikan pupuk diatas bedengan yang sudah terbentuk, pupuk yang digunakan yaitu meliputi pupuk kandang, pupuk urea dan pupuk KCL.
  5. Tutup pupuk yang sudah dijereng menggunakan tanah biasa kemudian dilanjutkan penutupan menggunakan plastik mulsa.

B. Pemilihan Biji Cabe

Untuk proses pemilihan biji cabe yang baik dan benar yaitu simaklah langkah-langkah berikut ini:

  1. Pilihlah cabai yang sudah matang pada pohonnya, cabai yang sudah matang yaitu dengan ciri-ciri cabai berwarna merah alami ketika masih dipohon.
  2. Pisahkan biji cabai dari kulitnya.
  3. Buatlah campuran air dengan bawang puting yang sudah dihaluskan kemudian rendam biji cabe kedalam air tersebut selama 1 malam.
  4. Setelah itu dipagi gari kemudian pisahkan biji cabai yang mengapung dengan yang tenggelam, biji cabai yang tenggelam adalah biji cabai yang digunakan. Tiriskan biji cabai kemudian jemur dibawah matahari secara langsung. Penjemuran bisa mencapai beberapa hari bahkan bisa 4 hari hingga 1 minggu. Pastikan biji cabai benar-benar sudah kering dengan rata.

C. Penyemaian

Proses penyemaian merupakan proses yang tidak banyak digemari oleh para petani karena langkah-langlah nya yang rumit dan juga membutuhkan ketelitian. Berikut adalah langkah-langkah proses penyemaian:

  1. Untuk langkah awal pada proses penyemaian sebaiknya tanah yang akan digunakan sebagai media penyemaian di siram terlebih dahulu menggunakan air biasa.
  2. Setelah media penyemaian basah dengan rata maka segera di kasih biji cabai.
  3. Tutup biji cabai tersebut bisa menggunakan dedaunan atau plastik mulsa. Penutupan tersebut berguna untuk menjaga kelembaban tanah tetap stabil. Jangka waktu untuk penutupan disesuaikan dengan tumbuhnya biji cabai.
  4. Dalam kurun waktu sekitar 1 minggu maka biji cabai akan mulai bertumbuh.

D. Penanaman dan Perawatan

Dalam proses penanaman hingga perawatan cabai termasuk sangat mudah dibandingkan dengan jenis tanaman yang lainnya. Berikut ini adalah cara bercocok tanam cabai dan perawatannya hingga panen:

  1. Bibit cabai mulai ditanam dengan usia minimal 4 minggu dari pertama bertumbuh. Jika usia bibit cabai melebihi usia tersebut maka akan semakin bagus.
  2. Saat usia tanaman cabai sudah mencapai usia 2 minggu maka dilakukan penyiraman pada lahan tanah menggunakan campuran pupuk kandang, KCL, TSP dan urea. Penyiran tersebut dilakukan secara rutin hingga mulai bertumbuh bunga pada tanaman cabai.
  3. Ketika usia tanaman cabai sekitar satu bulan maka dilakukan pemberian ajir atau lanjaran pada setiap samping tanaman cabai.
  4. Saat usia tanaman sekitar 2 bulan maka kaitkan ajir atau lanjaran kepada tanaman, pengkaitan tersebut bertujuan agar tanaman cabai tidak roboh ketika tanaman sudah mulai dewasa dan bertumbuh buah cabai.
  5. Ketika tanaman cabai sudah mulai bertumbuh bunga maka penyiraman diganti dengan penyemprotan setiap 2 minggu sekali. Penyemprotan tersebut menggunakan campuran air dengan obat anti hama dan penyubur buah.

Lakukan semua langkah-langkah diatas dengan teliti dan benar maka Anda akan mendapatkan hasil yang maksimal pada tanaman cabai Anda. Jika cabai sudah mulai panen maka penyemprotan dilakukan setiap pagi setelah panen dan jarak panen yang ideal yaitu setiap 5 hari sekali.

Sekian pembahasan kami kali ini tentang cara bercocok tanam cabe yang baik dan benar, semoga dapat memberikan manfaat dan sedikit tambahan pengetahuan bagi para pembaca semua, mohon maaf jika artikel kami susunan bahasanya berantakan dan harap dimaklumi dan anda dapat memahami artikel kami. Jika anda ingin membaca atau sekedar ingin melihat koleksi artikel kami lainnya silahkan kunjungi website kami BelajarBertanam.com.