Cara Budidaya Cabe Agar Berbuah Lebat

6,791 views

Cara Budidaya Cabe Agar Berbuah Lebat – Siapakah yang tidak mengenal cabai? Mayoritas orang di Indonesia pasti mengenal cabai. Cabai banyak digemari di Indonesia ini, bahkan rata-rata untuk bumbu masakan juga dilengkapi dengan cabai. Cabai dapat ditemukan dimana saja terutama di pasar tradisional. Di Indonesia setiap warung makan pasti selalu melengkapi hidangannya dengan berbahan cabai, contohnya sambal yang terdapat di warung bakso dan mie ayam. Hemm,, jadi ngiler nih gara-gara bahas makanan.

Budidaya tanaman cabai tidaklah rumit, pada zaman modern ini sudah banyak petani yang ber budidaya tanaman cabai bahkan bisa melakukan persilangan hingga mendapatkan jenis cabai yang sesuai dengan kebutuhan pada zaman modern ini. Contoh cabai yang di dapat dari hasil persilangan adalah jenis cabai hibrida. Jenis cabai hibrida banyak digemari para petani karena buahnya yang besar dan rasanya yang pedas namun harganya juga termasuk stabil.

cara budidaya cabe

Ada banyak cara budidaya cabe yaitu bisa menggunakan lahan bedeng atau bedengan, lahan pekarangan rumah, polybag, pot, dan juga hidroponik. Akan tetapi banyak orang atau petani yang ber budidaya tanaman cabai menggunakan lahan bedengan karena ada beberapa aspek yang mendukung dari lahan bedengan.

Keunggulan Cara Budidaya Cabe Dengan Lahan Bedeng

Berikut adalah beberapa keunggulan cara budidaya cabai menggunakan bedengan antara lain yaitu :

  1. Mudah untuk perawatan, contohnya bedengan yang ditutupi menggunakan plastik mulsa maka rumput-rumput liar tidak akan bertumbuh disekitar tanaman.
  2. Warna dari plastik mulsa dapat menyerap panas dan juga dapat kembali memantulkan sinar matahari sehingga udara disekitar tanaman selalu stabil.
  3. Warna hitam plastik mulsa yang diletakkan di bagian dalam bedengan maka akan menjaga suhu didalam tanah tetap stabil sehingga didalam tanah tetap lembab dan gembur.

Langkah-langkah Cara Budidaya Cabe Agar Berbuah Lebat

Berikut ini kami akan memberikan ulasan tentang cara budidaya cabe agar dapat berbuah lebat yang menggunakan lahan bedeng atau bedengan. Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk budidaya tanaman cabai di lahan bedengan adalah:

A. Pengolahan Lahan

Untuk mengolah lahan bedengan ialah tidak sulit, namun ada beberapa langkah yang harus diperhatikan. Simaklah ulasan berikut ini beserta keterangannya:

  1. Gemburkan tanah dengan cara dicangkul, pencangkulan atau penggemburan minimal dengan kedalaman 25 cm.
  2. Setelah selesai proses penggemburan maka langkah selanjutnya adalah proses pembentukan, tanah diolah sesuai bentuk yaitu buatlah gundukan dengan ketinggian sekitar 10 cm, lebar 80 cm (disesuaikan dengan ukuran mulsa), dan panjang disesuaikan juga dengan ukuran panjang lahan yang ingin Anda cetak atau gunakan. Jangan lupa jarak setiap bedengan yaitu sekitar 50 cm.
  3. Setelah semua proses pembentukan selesai, maka langkah selanjutnya yaitu proses pemupukan, namun sebelum proses pemupukan dilakukan maka langkah yang harus dilakukan yaitu pemberian kapur terlebih dahulu pada lahan tanah yang sudah terbentuk. Lakukan penaburan kapur secara merata cukup dengan tipis-tipis saja.
  4. Baru kemudian dilakukan pemupukan, sebagai dasar pemupukan yaitu menggunakan pupuk kandang sapi atau kambing, pemberian pupuk dengan ketebalan sekitar 5 cm. Setelah itu diatas pupuk kandang ditambahkan pupuk urea dan juga taburan pupuk KCL.
  5. Setelah proses pemupukan sudah selesai maka langkah selanjutnya yaitu prose penutupan menggunakan tanah biasa hingga ketebalan sekitar 5 cm. Setelah penutupan menggunakan tanah sudah merata, maka langkah selanjutnya yaitu penutupan menggunakan plastik mulsa.

B. Penanaman

Penanaman dilakukan setelah lahan sudah siap dan usia bibit mininal 4 minggu. Pastikan bibit benar-benar berdiri dengan tegak dan kokoh.

cara budidaya cabe

 

C. Perawatan

Untuk proses perawatan budidaya tanaman cabai tidaklah rumit. Yaitu simaklah proses perawatan beserta keterangannya di bawah ini:

  1. Saat usia tanaman cabai sekitar 2 minggu maka dilakukan pengecoran. Pengecoran dilakukan setiap 2 minggu sekali.
  2. Pada saat usia tanaman sekitar 1 bulan maka dilakukan pemberian ajir disamping tanaman cabai, jarak ajir dari tanaman yaitu sekitar 4 cm.
  3. Setelah usia tanaman mencapai 2 bulan maka sebaiknya dilakukan pengkaitan antara ajir dan tanaman cabai menggunakan tali rafia atau sesuai dengan keinginan Anda.
  4. Ketika tanaman cabai mulai bertumbuh bunga dan cabai kecil maka perlu dilakukan penyemprotan obat anti hama dan ulat. Penyemprotan dilakukan secara rutin setiap 1 minggu sekali atau 2 minggu sekali.

Setelah semua proses diatas dijalankan maka tunggulah cabai siap untuk dipanen. Cabai siap untuk dipanen pada umumnya berusia lebih dari 4 bulan. Perawatan cabai saat sudah mulai proses panen yaitu ketika cabai di panen maka satu hari setelahnya di pagi hari dilakukan penyemprotan. Panen dilakukan setiap 5 hari sekali.

Demikian pembahasan artikel kami tentang cara budidaya cabe agar cepat berbuah dengan lahan bedeng. Semoga dapat menambah pengetahuan dan wawasan bagi para pembaca semua. Jika anda ingin membaca koleksi artikel kami lainnya dapat dilihat di web kami belajar bertanam (dot) com, selamat mencoba dan sukses selalu buat anda.