Cara Menanam Bunga Wijaya Kusuma dengan Mudah dan Cepat

Posted on

Metode Pengendalian Ramah Lingkungan

Metode pengendalian ramah lingkungan adalah metode yang tidak merusak lingkungan dan tidak berbahaya bagi manusia dan hewan. Ada dua metode yang bisa Anda gunakan untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang bunga wijaya kusuma, yaitu penggunaan predator alami dan penggunaan ramuan herbal.

Penggunaan Predator Alami

Penggunaan predator alami adalah metode yang memanfaatkan hewan atau serangga yang menjadi musuh alami dari hama atau penyakit. Anda bisa menarik atau melepaskan predator alami di area tanam, agar mereka bisa memangsa atau mengusir hama atau penyakit. Berikut adalah beberapa contoh predator alami yang bisa Anda gunakan untuk mengendalikan hama atau penyakit pada bunga wijaya kusuma, beserta hama atau penyakit yang bisa mereka atasi:

  • Burung: Burung adalah predator alami yang bisa memangsa ulat, kepik, atau kutu daun. Anda bisa menarik burung ke area tanam dengan cara menempatkan tempat minum, tempat makan, atau sarang burung di sekitar tanaman. Anda juga bisa melepaskan burung yang sudah jinak atau terlatih di area tanam, agar mereka bisa berburu hama.
  • Kumbang: Kumbang adalah predator alami yang bisa memangsa ulat, kepik, atau kutu daun. Anda bisa menarik kumbang ke area tanam dengan cara menanam tanaman yang disukai oleh kumbang, seperti bunga matahari, bunga aster, atau bunga marigold. Anda juga bisa melepaskan kumbang yang sudah dibeli atau ditangkap di area tanam, agar mereka bisa berburu hama.
  • Laba-laba: Laba-laba adalah predator alami yang bisa memangsa ulat, kepik, atau kutu daun. Anda bisa menarik laba-laba ke area tanam dengan cara menempatkan batu, kayu, atau benda lainnya yang bisa menjadi tempat bersembunyi atau membuat jaring laba-laba. Anda juga bisa melepaskan laba-laba yang sudah dibeli atau ditangkap di area tanam, agar mereka bisa berburu hama.

Penggunaan Ramuan Herbal

Penggunaan ramuan herbal adalah metode yang memanfaatkan tanaman atau bahan alami yang memiliki sifat anti-hama atau anti-penyakit. Anda bisa membuat atau membeli ramuan herbal, dan menyemprotkan atau menyiramkan ramuan tersebut ke tanaman, agar mereka bisa mencegah atau mengobati hama atau penyakit. Berikut adalah beberapa contoh ramuan herbal yang bisa Anda gunakan untuk mengendalikan hama atau penyakit pada bunga wijaya kusuma, beserta hama atau penyakit yang bisa mereka atasi:

  • Bawang putih: Bawang putih adalah ramuan herbal yang bisa mengusir atau membunuh kutu daun, ulat, atau kepik. Anda bisa membuat ramuan bawang putih dengan cara menghaluskan atau memblender bawang putih, dan mencampurkannya dengan air dan sabun cuci piring. Anda bisa menyemprotkan ramuan bawang putih ke tanaman, terutama bagian bawah daun, setiap dua hari sekali, atau sesuai dengan kebutuhan.
  • Jahe: Jahe adalah ramuan herbal yang bisa mengusir atau membunuh jamur, virus, atau bakteri. Anda bisa membuat ramuan jahe dengan cara mengiris atau memarut jahe, dan merebusnya dengan air. Anda bisa menyiramkan ramuan jahe ke tanaman, terutama bagian akar, setiap minggu sekali, atau sesuai dengan kebutuhan.
  • Kunyit: Kunyit adalah ramuan herbal yang bisa mengusir atau membunuh jamur, virus, atau bakteri. Anda bisa membuat ramuan kunyit dengan cara menghaluskan atau memblender kunyit, dan mencampurkannya dengan air dan minyak nabati. Anda bisa menyemprotkan ramuan kunyit ke tanaman, terutama bagian daun, batang, atau bunga, setiap minggu sekali, atau sesuai dengan kebutuhan.
Baca Juga:  Cara Menanam Bunga Bugenvil dengan Mudah dan Berhasil

Pemangkasan dan Pembentukan

Selain melakukan pengendalian hama dan penyakit, Anda juga perlu melakukan pemangkasan dan pembentukan untuk menjaga keindahan dan produktivitas bunga wijaya kusuma. Ada dua hal yang perlu Anda lakukan dalam pemangkasan dan pembentukan, yaitu pentingnya pemangkasan dan pembentukan bunga.

Pentingnya Pemangkasan

Pemangkasan adalah proses untuk memotong bagian tanaman yang tidak diinginkan, seperti daun, batang, atau bunga yang rusak, mati, atau berlebihan. Pemangkasan memiliki banyak manfaat untuk pertumbuhan dan perkembangan bunga wijaya kusuma, yaitu:

  • Meningkatkan kesehatan tanaman, karena pemangkasan bisa menghilangkan bagian tanaman yang terinfeksi hama atau penyakit, sehingga mencegah penyebaran atau penularan lebih lanjut.
  • Meningkatkan pertumbuhan tanaman, karena pemangkasan bisa merangsang pembentukan tunas, cabang, atau akar baru, sehingga meningkatkan jumlah dan ukuran tanaman.
  • Meningkatkan produksi bunga, karena pemangkasan bisa mengurangi persaingan nutrisi dan cahaya antara bagian tanaman, sehingga meningkatkan kualitas dan kuantitas bunga.

Teknik Pemangkasan yang Efektif

Teknik pemangkasan yang efektif adalah teknik yang bisa memaksimalkan manfaat pemangkasan, tanpa merusak tanaman. Ada beberapa langkah yang perlu Anda lakukan dalam teknik pemangkasan, yaitu:

  • Memilih waktu yang tepat untuk pemangkasan, yaitu pada awal musim kemarau, sekitar bulan Mei hingga Juni. Pada waktu ini, tanaman sedang dalam kondisi istirahat, sehingga tidak terlalu stres saat dipangkas. Anda juga perlu menghindari pemangkasan pada saat cuaca terlalu panas atau dingin, karena hal ini bisa menyebabkan luka atau pembakaran pada tanaman.
  • Memilih alat yang tepat untuk pemangkasan, yaitu gunting, pisau, atau alat lainnya yang tajam, bersih, dan steril. Anda bisa menajamkan, membersihkan, dan mensterilkan alat pemangkasan dengan cara menggosoknya dengan batu asah, mencucinya dengan air dan sabun, dan merendamnya dengan alkohol atau cairan antiseptik. Anda juga perlu mengganti alat pemangkasan jika sudah tumpul, kotor, atau berkarat.
  • Memilih bagian yang tepat untuk dipangkas, yaitu daun, batang, atau bunga yang rusak, mati, atau berlebihan. Anda bisa mengenali bagian yang perlu dipangkas dengan cara mengamati warna, bentuk, dan tekstur tanaman. Anda juga perlu memperhatikan arah dan sudut pemangkasan, agar tidak merusak bagian lain yang masih sehat.
  • Melakukan pemangkasan dengan hati-hati, yaitu memotong bagian yang perlu dipangkas dengan cepat, rapi, dan tepat. Anda bisa memotong bagian yang perlu dipangkas dengan cara menempatkan alat pemangkasan di dekat pangkal atau ujung bagian tersebut, dan menekannya dengan kuat. Anda juga perlu membuang bagian yang sudah dipangkas dengan cara memungut, menyapu, atau membakarnya, agar tidak menimbulkan sampah atau sumber hama dan penyakit.
Baca Juga:  Cara Menanam Tanaman Bunga Matahari Agar Cepat Berbunga

Pembentukan Bunga

Pembentukan bunga adalah proses untuk membuat bunga wijaya kusuma menjadi lebih indah dan produktif. Ada dua langkah yang perlu Anda lakukan dalam pembentukan bunga, yaitu mendorong pertumbuhan tunas dan memaksimalkan produksi bunga.

Mendorong Pertumbuhan Tunas

Mendorong pertumbuhan tunas adalah langkah untuk membuat bunga wijaya kusuma memiliki lebih banyak cabang dan bunga. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendorong pertumbuhan tunas, yaitu:

  • Melakukan pemangkasan ringan, yaitu memotong ujung batang yang sudah berbunga, agar merangsang pembentukan tunas baru di bagian bawah batang. Anda bisa melakukan pemangkasan ringan setiap kali bunga wijaya kusuma berbunga, atau sesuai dengan kebutuhan.
  • Melakukan penjepitan, yaitu mencubit ujung batang yang belum berbunga, agar merangsang pembentukan cabang baru di bagian samping batang. Anda bisa melakukan penjepitan setiap kali batang wijaya kusuma mencapai panjang sekitar 10 cm, atau sesuai dengan kebutuhan.
  • Melakukan penyambungan, yaitu menggabungkan dua batang yang berbeda, agar merangsang pembentukan bunga yang lebih bervariasi. Anda bisa melakukan penyambungan dengan cara memotong ujung batang yang ingin disambung, dan menyatukannya dengan ujung batang yang lain dengan menggunakan lakban, benang, atau kawat. Anda juga perlu memastikan bahwa kedua batang yang disambung memiliki varitas yang berbeda, tetapi masih dalam jenis yang sama.

Memaksimalkan Produksi Bunga

Memaksimalkan produksi bunga adalah langkah untuk membuat bunga wijaya kusuma memiliki lebih banyak dan lebih besar bunga. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memaksimalkan produksi bunga, yaitu:

  • Melakukan pemupukan khusus, yaitu memberikan pupuk yang mengandung unsur hara yang tinggi, terutama fosfor dan kalium. Anda bisa menggunakan pupuk NPK dengan formula 10-20-20, 10-30-20, atau 10-40-20, sesuai dengan ketersediaan dan harga di pasaran. Anda bisa memupuk bunga wijaya kusuma dengan cara menyebarkan pupuk NPK secara merata di sekitar tanaman, atau melarutkan pupuk NPK dalam air, dan menyiramkan larutan tersebut ke tanaman, dengan dosis sekitar 10 gram atau 20 ml per tanaman. Anda bisa memupuk bunga wijaya kusuma setiap dua minggu sekali, atau sesuai dengan kebutuhan.
  • Melakukan penjarangan, yaitu mengurangi jumlah bunga yang tumbuh pada satu batang, agar meningkatkan ukuran dan kualitas bunga yang tersisa. Anda bisa melakukan penjarangan dengan cara memotong bunga yang kecil, jelek, atau berlebihan, dan hanya menyisakan satu atau dua bunga yang besar, indah, dan sehat pada setiap batang. Anda bisa melakukan penjarangan setiap kali bunga wijaya kusuma berbunga, atau sesuai dengan kebutuhan.
  • Melakukan penunjang, yaitu memberikan dukungan atau penyangga pada batang yang sudah berbunga, agar tidak patah atau tumbang akibat beban bunga yang berat. Anda bisa melakukan penunjang dengan cara menempatkan tongkat, bambu, atau benda lainnya yang kuat dan tegak di sekitar tanaman, dan mengikatkan batang yang sudah berbunga dengan tali, karet, atau benda lainnya yang elastis dan tidak melukai tanaman. Anda bisa melakukan penunjang setiap kali bunga wijaya kusuma berbunga, atau sesuai dengan kebutuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *