Cara Menanam Jagung Agar Buahnya Besar: Tips dan Trik Terbaik

Posted on

Mengatasi Hama dan Penyakit

Hama dan Penyakit yang Sering Menyerang Tanaman Jagung

Tanaman jagung tidak luput dari serangan hama dan penyakit yang bisa mengurangi hasil dan kualitas panen. Berikut adalah beberapa hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman jagung, beserta gejala dan dampaknya:

Hama

Hama adalah organisme yang bisa merusak tanaman jagung, baik secara langsung maupun tidak langsung. Beberapa contoh hama yang sering menyerang tanaman jagung adalah:

  • Ulat tanah. Ulat tanah adalah larva dari serangga yang hidup di dalam tanah. Ulat tanah bisa merusak akar, batang, dan tongkol tanaman jagung. Gejala serangan ulat tanah adalah tanaman jagung menjadi layu, kuning, dan mudah patah. Dampak serangan ulat tanah adalah tanaman jagung bisa mati atau menghasilkan buah yang cacat.
  • Ulat grayak. Ulat grayak adalah larva dari kupu-kupu yang hidup di permukaan tanah. Ulat grayak bisa merusak daun, bunga, dan tongkol tanaman jagung. Gejala serangan ulat grayak adalah tanaman jagung menjadi berlubang, sobek, dan berwarna coklat. Dampak serangan ulat grayak adalah tanaman jagung bisa mengalami penurunan hasil dan kualitas buah.
  • Walang sangit. Walang sangit adalah serangga yang hidup di antara daun tanaman jagung. Walang sangit bisa merusak daun, bunga, dan tongkol tanaman jagung dengan cara menghisap cairan tanaman. Gejala serangan walang sangit adalah tanaman jagung menjadi kerdil, kering, dan berwarna putih. Dampak serangan walang sangit adalah tanaman jagung bisa mengalami penurunan hasil dan kualitas buah, serta menjadi rentan terhadap penyakit.
Baca Juga:  Cara Menanam Semangka Bagi Pemula Yang Mudah, Pelajari Teknik Ini

Penyakit

Penyakit adalah gangguan yang disebabkan oleh mikroorganisme, seperti jamur, bakteri, atau virus, yang bisa menginfeksi tanaman jagung. Beberapa contoh penyakit yang sering menyerang tanaman jagung adalah:

  • Busuk tongkol. Busuk tongkol adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di dalam tongkol tanaman jagung. Busuk tongkol bisa merusak biji, kulit, dan rambut tongkol tanaman jagung. Gejala busuk tongkol adalah tongkol tanaman jagung menjadi berwarna hitam, berbau busuk, dan berlendir. Dampak busuk tongkol adalah tanaman jagung bisa mengalami penurunan hasil dan kualitas buah, serta menjadi tidak layak konsumsi.
  • Karat daun. Karat daun adalah penyakit yang disebabkan oleh jamur yang hidup di permukaan daun tanaman jagung. Karat daun bisa merusak jaringan daun tanaman jagung. Gejala karat daun adalah daun tanaman jagung menjadi berbintik-bintik berwarna coklat, kuning, atau oranye. Dampak karat daun adalah tanaman jagung bisa mengalami penurunan hasil dan kualitas buah, serta menjadi kurang tahan terhadap kekeringan.
  • Mosaik jagung. Mosaik jagung adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang hidup di dalam sel tanaman jagung. Mosaik jagung bisa merusak pertumbuhan dan perkembangan tanaman jagung. Gejala mosaik jagung adalah daun tanaman jagung menjadi berbentuk mosaik, yaitu bergaris-garis atau bercak-bercak berwarna hijau terang dan hijau gelap. Dampak mosaik jagung adalah tanaman jagung bisa mengalami penurunan hasil dan kualitas buah, serta menjadi kerdil dan tidak berbuah.

Cara Alami Mengendalikan Hama dan Penyakit

Untuk mengendalikan hama dan penyakit yang menyerang tanaman jagung, Anda bisa menggunakan cara alami yang ramah lingkungan dan ekonomis. Berikut adalah beberapa cara alami yang bisa Anda lakukan untuk mengendalikan hama dan penyakit tanaman jagung:

Baca Juga:  Cara Menanam Cabe Rawit Di Polybag Agar Berbuah Lebat

Pembersihan lahan

Pembersihan lahan adalah cara alami yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengurangi hama dan penyakit tanaman jagung. Anda bisa membersihkan lahan dari gulma, sisa tanaman, dan sampah yang bisa menjadi tempat bersarang atau menularkan hama dan penyakit. Anda bisa melakukan pembersihan lahan sebelum, selama, dan sesudah masa tanam.

Rotasi tanaman

Rotasi tanaman adalah cara alami yang bisa Anda lakukan untuk mencegah dan mengurangi hama dan penyakit tanaman jagung. Anda bisa mengganti tanaman jagung dengan tanaman lain yang berbeda jenis atau keluarga setiap musim tanam. Tujuannya adalah untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit, serta meningkatkan kesuburan tanah. Anda bisa melakukan rotasi tanaman dengan tanaman seperti kacang-kacangan, umbi-umbian, atau sayuran.

Perangkap Hama

Perangkap hama adalah cara alami yang bisa Anda lakukan untuk menangkap dan memusnahkan hama tanaman jagung. Anda bisa membuat perangkap hama dari bahan-bahan alami yang bisa menarik atau menjebak hama. Beberapa contoh perangkap hama yang bisa Anda buat adalah:

  • Perangkap ulat tanah. Anda bisa membuat perangkap ulat tanah dengan cara menggali lubang di sekitar tanaman jagung, kemudian mengisi lubang dengan campuran air dan deterjen. Ulat tanah yang keluar dari tanah akan terperangkap dan mati di dalam lubang. Anda bisa mengganti air dan deterjen setiap hari atau sesuai kebutuhan.
  • Perangkap ulat grayak. Anda bisa membuat perangkap ulat grayak dengan cara menempelkan pita perekat berwarna kuning di sekitar tanaman jagung. Ulat grayak yang tertarik dengan warna kuning akan terjebak dan mati di pita perekat. Anda bisa mengganti pita perekat setiap hari atau sesuai kebutuhan.
  • Perangkap walang sangit. Anda bisa membuat perangkap walang sangit dengan cara menempatkan botol plastik berisi campuran air, gula, dan ragi di sekitar tanaman jagung. Walang sangit yang tertarik dengan aroma ragi akan masuk dan tenggelam di dalam botol. Anda bisa mengganti air, gula, dan ragi setiap hari atau sesuai kebutuhan.
Baca Juga:  Cara Menanam Jagung Manis, Perhatikan 10 Langkah Ini !!

Pestisida Nabati

Pestisida nabati adalah cara alami yang bisa Anda lakukan untuk membunuh atau mengusir hama dan penyakit tanaman jagung. Anda bisa membuat pestisida nabati dari bahan-bahan alami yang memiliki sifat toksik, antiseptik, atau repelen terhadap hama dan penyakit. Beberapa contoh pestisida nabati yang bisa Anda buat adalah:

  • Pestisida bawang putih. Anda bisa membuat pestisida bawang putih dengan cara menghaluskan bawang putih, kemudian merebusnya dengan air. Anda bisa menyemprotkan pestisida bawang putih ke tanaman jagung untuk membunuh atau mengusir hama dan penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, atau virus. Anda bisa menyimpan pestisida bawang putih di tempat yang sejuk dan gelap, dan menggunakannya setiap minggu atau sesuai kebutuhan.
  • Pestisida cabai. Anda bisa membuat pestisida cabai dengan cara menghaluskan cabai, kemudian mencampurkannya dengan air dan sabun. Anda bisa menyemprotkan pestisida cabai ke tanaman jagung untuk membunuh atau mengusir hama yang disebabkan oleh serangga, seperti ulat, kutu, atau tungau. Anda bisa menyimpan pestisida cabai di tempat yang sejuk dan gelap, dan menggunakannya setiap minggu atau sesuai kebutuhan.
  • Pestisida daun mimba. Anda bisa membuat pestisida daun mimba dengan cara merebus daun mimba dengan air, kemudian menyaringnya. Anda bisa menyemprotkan pestisida daun mimba ke tanaman jagung untuk membunuh atau mengusir hama yang disebabkan oleh serangga

Pestisida daun mimba dengan air, kemudian menyaringnya

Anda bisa menyemprotkan pestisida daun mimba ke tanaman jagung untuk membunuh atau mengusir hama yang disebabkan oleh serangga, seperti ulat, kutu, atau tungau. Anda bisa menyimpan pestisida daun mimba di tempat yang sejuk dan gelap, dan menggunakannya setiap minggu atau sesuai kebutuhan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *