Cara Menanam Kangkung Darat Organik, Ini Dia Tahapannya

883 views

Cara Menanam Kangkung Darat

Kangkung darat dapat ditanam baik di daratan tinggi maupun di daratan rendah. Curah hujan yang baik dan sinar matahari yang cukup menjadi faktor penting agar tanaman ini dapat berkembang biak dengan baik. Walaupun kangkung darat dapat ditanam secara vegetatif yaitu dengan cara distek tetapi kebanyakan para petani menanam kangkung darat dengan cara generatif alami yaitu melalui penanaman biji. Berikut merupakan langkah-langkah menanam kangkung darat secara organik:

Cara Menanam Kangkung Darat Organik

1. Penyiapan Benih

Benih merupakan salah satu hal yang sangat penting ketika memulai proses penanaman. Karena jika kita ingin menghasilkan tanaman yang baik, maka benih yang dipakai pun haruslah benih yang terbaik.

Terdapat dua benih kangkung darat yang unggul, yaitu varietas bangkok dan sutera. Benih kangkung darat yang baik biasanya memiliki daya tumbuh yang hampir sempurna yaitu lebih dari 95%. Selain itu pertumbuhannya tegak setidaknya hingga usia kangkung ini mencapai 8 minggu. Kenapa pertumbuhan kangkung yang tegak termasuk salah satu indikasi tanaman unggul? Karena kangkung darat yang pertumbuhannya menjalar ternyata kurang diminati pasar.

Walaupun benih yang dipilih adalah benih yang terbaik, usahakan untuk tidak menyimpan benih lebih dari satu tahun. Hal ini akan mengurangi produktivitas dan daya tumbuh kangkung nantinya ketika ditanam.

2. Pengolahan Lahan

Dalam penanaman kangkung darat, tanah yang digunakan untuk menanam haruslah gembur. Karena itu pengolahan lahan yang biasanya dilakukan ialah dengan cara mencangkul. Setelah dicangkul, tanah kemudian dibuat bedengan dengan lebar satu meter dan panjang yang disesuaikan dengan petak lahan.

Buatlah jarak antarbedengan sebesar 30 sampai 40 cm. Fungsinya adalah sebagai saluran drainase dan jalan yang digunakan ketika pemeliharaan maupun pemanenan. Setelah lahan siap, tebarkan pupuk kandang yang matang sebanyak kira-kira 10 ton per hektar di atas bedengan. Lalu diamkan selama 2 sampai 3 hari.

3. Penanaman Kangkung

Benih kangkung darat dapat ditanam dengan beberapa cara yaitu dengan cara ditebarkan benih ataupun dengan cara ditugal (membuat lubang-lubang khusus penyimpanan benih di atas lahan).

Cara pertama, yaitu kita dapat menebarkan langsung benih kangkung darat di atas lahan. Hal ini memang membutuhkan waktu yang relatif lebih cepat, namun memiliki beberapa kekurangan yaitu penggunaan benih cenderung boros, biasanya dapat mencapai 5 sampai 10 kg per hektar lahan.

Kedua, sulit mendapatkan kerapatan kangkung yang ideal, karena penyebaran benih yang biasanya kurang merata. Karena itu dalam proses penyebaran benih dibutuhkan orang yang sudah benar-benar terampil agar hasil penebaran merata.

Cara kedua, yaitu dengan cara ditugal. Cara ini membuat kerapatan kangkung lebih ideal. Hal ini karena lubang penanaman telah diberi jarak yang sama, yaitu biasanya berkisar 10×5 cm. Namun proses yang cukup memakan waktu lama, membuat cara ini harus dilakukan dengan tenaga kerja yang lebih banyak.

4. Pemupukan Serta Pemeliharaan

Tanaman kangkung darat dapat hidup di lahan yang kesuburannya sedang, karena itu pemupukan pertama sebenarnya sudah cukup untuk mengawali proses pembudidayaan. Namun  jika tanah ternyata kurang subur, dapat dilakukan penambahan pupuk organik yang kaya akan nitrogen yaitu kotoran ayam yang matang yang dicampur dengan sekam atau juga kompos.

Kangkung darat memerlukan air yang banyak untuk tumbuh. Maka penyiraman pada kangkung darat penting dilakukan. Saat musim kemarau, penyiraman harus rutin dilakukan yaitu setiap pagi dan sore juga siang hari jika tanaman terlihat layu dan menguning.

Penyiangan gulma penting dilakukan dalam pemeliharaan kangkung darat. Karena biasanya ketika proses penanaman tanaman gulma sering muncul dan menyaingi kangkung darat.

Selain gulma, kangkung darat juga acap kali terserang hama dan penyakit. Untuk mengurangi risiko kegagalan panen karena hama penyakit dapat dilakukan rotasi penanaman, penyiraman yang tepat, juga pengaturan jarak tanam. Namun jika terpaksa, kita bisa menggunakan pestisida alami seperti dauh sereh wangi, gadung, dan nimba.

5. Pemanenan Kangkung Darat

Lama proses penanaman kangkung darat dari awal hingga masa panen yaitu selama 30-45 hari. Untuk kangkung darat yang organik pemanenan yang dipilih lebih baik dengan cara dicabut. Hal ini karena di pasar modern yang merupakan pangsa pasar utama kangkung darat organik, kangkung darat yang lengkap dengan akar lebih diminati.

Sebelum dipasarkan, kangkung yang telah dipanen dibersihkan dulu dari sisa-sisa tanah yang menempel. Setelah itu dibersihkan kembali dengan air bersih yang mengalir. Kangkung darat organik siap dikemas dan dipasarkan.

Itulah cara menanam kangkung darat secara organik. Tertarik berbisnis kangkung? Tidak ada salahnya mencoba mempraktikkannya.