Cara Menanam Kangkung Hidroponik dengan Botol Bekas: Mudah dan Hemat

Posted on

Kangkung adalah salah satu sayuran yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Sayuran ini memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, seperti mengandung vitamin A, C, E, K, folat, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor, kalium, dan serat. Kangkung juga mudah diolah menjadi berbagai masakan, seperti tumis, lodeh, pecel, atau salad.

Namun, sayangnya, tidak semua orang memiliki lahan yang cukup untuk menanam kangkung secara konvensional. Selain itu, menanam kangkung di tanah juga memiliki beberapa risiko, seperti terkena hama, penyakit, banjir, atau kekeringan. Belum lagi, penggunaan pupuk dan pestisida kimia yang dapat merusak kualitas dan keselamatan kangkung.

Oleh karena itu, ada cara alternatif yang dapat Anda coba untuk menanam kangkung di rumah, yaitu dengan menggunakan metode hidroponik. Hidroponik adalah teknik menanam tanaman tanpa menggunakan tanah, melainkan media air yang diberi nutrisi. Dengan hidroponik, Anda dapat menanam kangkung dengan lebih hemat, mudah, dan sehat.

cara menanam kangkung hidroponik dengan botol bekas
Image Credit: Zendsign, Istock

Salah satu media hidroponik yang dapat Anda gunakan adalah botol bekas. Botol bekas adalah bahan yang mudah didapat, murah, dan ramah lingkungan. Anda dapat menggunakan botol bekas minuman, air mineral, atau susu sebagai wadah untuk menanam kangkung hidroponik. Dengan begitu, Anda tidak hanya dapat menikmati kangkung segar dan sehat, tetapi juga dapat mengurangi sampah plastik.

Bagaimana cara menanam kangkung hidroponik dengan botol bekas? Simak langkah-langkahnya berikut ini.

Apa itu Kangkung Hidroponik?

Kangkung hidroponik adalah kangkung yang ditanam dengan menggunakan media air yang diberi nutrisi, tanpa menggunakan tanah. Kangkung hidroponik memiliki beberapa kelebihan dibandingkan kangkung konvensional, antara lain:

  • Tumbuh lebih cepat dan subur, karena mendapatkan nutrisi yang optimal dan terkontrol.
  • Lebih bersih dan higienis, karena tidak terkontaminasi oleh tanah, hama, atau pestisida.
  • Lebih hemat ruang dan biaya, karena tidak memerlukan lahan yang luas atau pupuk yang mahal.
  • Lebih mudah dirawat, karena tidak perlu menyiangi, menggemburkan, atau menyiram tanah.

Keuntungan Menanam Kangkung Hidroponik dengan Botol Bekas

Menanam kangkung hidroponik dengan botol bekas memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

  • Menghemat biaya pembelian wadah hidroponik, karena botol bekas adalah bahan yang murah dan mudah didapat.
  • Mengurangi sampah plastik, karena botol bekas dapat dimanfaatkan kembali sebagai media hidroponik, sehingga tidak menambah volume sampah yang harus dibuang.
  • Meningkatkan estetika, karena botol bekas dapat dihias atau dicat sesuai dengan selera, sehingga dapat menambah keindahan taman atau rumah Anda.
  • Memudahkan perawatan, karena botol bekas mudah dipindahkan, dibersihkan, atau diganti jika rusak.

Alat dan Bahan yang Dibutuhkan

Untuk menanam kangkung hidroponik dengan botol bekas, Anda memerlukan beberapa alat dan bahan, yaitu:

  • Botol bekas, sebaiknya yang berukuran 1,5 liter atau lebih, dan berwarna gelap atau tidak tembus cahaya, agar menghindari pertumbuhan lumut atau ganggang.
  • Gunting, pisau, atau cutter, untuk memotong botol bekas.
  • Tali, kawat, atau rantai, untuk menggantung botol bekas.
  • Gantungan, kait, atau paku, untuk menempelkan tali, kawat, atau rantai pada dinding, pagar, atau atap.
  • Rockwool, arang sekam, pasir, atau kerikil, sebagai media tanam kangkung.
  • Benih kangkung, sebaiknya yang berkualitas dan bersertifikat, agar hasilnya maksimal.
  • Nutrisi hidroponik, sebaiknya yang sesuai dengan kebutuhan kangkung, seperti AB Mix, Growmore, atau Hydro-Gro.
  • Air bersih, sebaiknya yang tidak mengandung klorin, seperti air sumur, air hujan, atau air RO (reverse osmosis).
  • Ember, bak, atau botol, sebagai wadah untuk mencampur nutrisi hidroponik.
  • Gelas ukur, sendok, atau pipet, sebagai alat untuk mengukur dan menambahkan nutrisi hidroponik.
  • pH meter, TDS meter, atau EC meter, sebagai alat untuk mengukur dan mengatur pH, TDS, atau EC air yang diberi nutrisi hidroponik.
  • Alat pemanen, seperti gunting, pisau, atau tangan, untuk memanen kangkung hidroponik.

Persiapan

Memilih Botol Bekas yang Tepat

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih botol bekas yang tepat untuk menanam kangkung hidroponik. Ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan dalam memilih botol bekas, antara lain:

  • Ukuran botol bekas, sebaiknya yang berukuran 1,5 liter atau lebih, agar dapat menampung air dan nutrisi yang cukup untuk kangkung.
  • Warna botol bekas, sebaiknya yang berwarna gelap atau tidak tembus cahaya, agar menghindari pertumbuhan lumut atau ganggang yang dapat mengganggu kesehatan kangkung.
  • Bentuk botol bekas, sebaiknya yang berbentuk silinder atau persegi panjang, agar mudah dipotong dan digantung.
  • Kondisi botol bekas, sebaiknya yang masih utuh dan tidak bocor, agar tidak menimbulkan kebocoran air atau nutrisi.

Membersihkan Botol Bekas

Langkah kedua yang harus Anda lakukan adalah membersihkan botol bekas yang telah Anda pilih. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kotoran, sisa minuman, atau label yang menempel pada botol bekas. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Buang tutup botol bekas, dan simpan untuk digunakan nanti.
  • Cuci botol bekas dengan air mengalir, dan gosok dengan sikat atau spons jika perlu, sampai bersih dari kotoran atau sisa minuman.
  • Lepaskan label yang menempel pada botol bekas, dengan cara merendamnya dalam air panas, atau mengoleskan minyak goreng, atau menggunakan penghapus kuku, atau menggunakan hair dryer, atau menggunakan alkohol.
  • Bilas botol bekas dengan air bersih, dan keringkan dengan lap atau kain.
Baca Juga:  Cara Menanam Kangkung Hidroponik dengan Botol Bekas

Membuat Lubang pada Botol Bekas

Langkah ketiga yang harus Anda lakukan adalah membuat lubang pada botol bekas yang telah Anda bersihkan. Tujuannya adalah untuk membuat tempat untuk menanam benih kangkung, dan untuk mengeluarkan kelebihan air atau nutrisi. Caranya adalah sebagai berikut:

  • Potong bagian atas botol bekas, sekitar 10 cm dari tutup botol, dengan menggunakan gunting, pisau, atau cutter. Simpan bagian atas botol bekas untuk digunakan nanti.
  • Potong bagian bawah botol bekas, sekitar 5 cm dari dasar botol, dengan menggunakan gunting, pisau, atau cutter. Buang bagian bawah botol bekas, atau gunakan untuk keperluan lain.
  • Buat lubang pada bagian tengah botol bekas, sekitar 5 cm dari pinggir botol, dengan menggunakan gunting, pisau, atau cutter. Lubang ini berfungsi sebagai tempat untuk menanam benih kangkung. Ukuran lubang disesuaikan dengan ukuran media tanam yang Anda gunakan, misalnya rockwool.
  • Buat lubang pada bagian atas botol bekas, sekitar 2 cm dari tutup botol, dengan menggunakan bor atau paku panas. Lubang ini berfungsi sebagai tempat untuk menggantung botol. Jumlah lubang tergantung pada berapa banyak tali atau kawat yang Anda gunakan, misalnya satu atau dua.
  • Buat lubang pada bagian bawah botol bekas, sekitar 2 cm dari dasar botol, dengan menggunakan bor atau paku panas. Lubang ini berfungsi sebagai tempat untuk keluar masuknya air atau nutrisi. Jumlah lubang cukup satu saja, agar tidak terlalu banyak kehilangan air atau nutrisi.

Menyiapkan Media Tanam

Media tanam yang digunakan untuk menanam kangkung hidroponik adalah sekam bakar atau arang sekam. Media tanam ini berfungsi sebagai penyangga dan penyerap nutrisi untuk tanaman. Anda perlu menyiapkan media tanam dengan cara mencucinya terlebih dahulu dengan air bersih, untuk menghilangkan debu, kotoran, atau zat-zat yang tidak diinginkan. Setelah itu, rendam media tanam dalam air bersih selama sekitar 24 jam, untuk mengembangkannya dan menghilangkan asam yang terkandung di dalamnya. Kemudian, tiriskan media tanam dan siap digunakan.

Menanam Kangkung Hidroponik

Setelah Anda melakukan persiapan, langkah selanjutnya adalah menanam kangkung hidroponik dengan botol bekas. Berikut adalah langkah-langkah yang harus Anda lakukan:

Menyiapkan Benih Kangkung

Benih kangkung yang Anda gunakan untuk menanam kangkung hidroponik harus berkualitas baik, yaitu bersih, utuh, dan tidak berjamur. Anda bisa membeli benih kangkung yang sudah siap tanam di toko pertanian atau online, atau menggunakan biji kangkung yang Anda dapatkan dari kangkung yang sudah berbunga. Anda perlu menyiapkan benih kangkung dengan cara merendamnya dalam air bersih selama sekitar 12 jam, untuk mempercepat perkecambahan. Setelah itu, tiriskan benih kangkung dan siap ditabur.

Menyiapkan Nutrisi Hidroponik

Nutrisi hidroponik adalah larutan yang mengandung unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman. Anda bisa membeli nutrisi hidroponik yang sudah jadi di toko pertanian atau online, atau membuatnya sendiri dengan menggunakan pupuk NPK, urea, dan kapur. Anda perlu menyiapkan nutrisi hidroponik dengan cara mencampurkan bahan-bahan tersebut dalam ember atau wadah, sesuai dengan takaran yang disarankan. Misalnya, untuk 10 liter air, Anda bisa mencampurkan 10 gram pupuk NPK, 5 gram urea, dan 5 gram kapur. Aduk larutan tersebut sampai tercampur rata, lalu saring dengan menggunakan kertas saring atau kain, untuk menghilangkan endapan atau kotoran yang mungkin ada. Kemudian, ukur pH larutan tersebut dengan menggunakan pH meter atau lakmus. pH yang ideal untuk menanam kangkung hidroponik adalah sekitar 5,5-6,5. Jika pH terlalu asam atau terlalu basa, Anda bisa menambahkan kapur atau cuka untuk menyesuaikannya.

Menyiapkan Air

Air yang digunakan untuk menanam kangkung hidroponik harus bersih dan tidak mengandung klorin, logam berat, atau zat-zat yang berbahaya bagi tanaman. Anda bisa menggunakan air PAM, air sumur, atau air hujan yang sudah disaring. Anda perlu menyiapkan air dengan cara mengisi botol-botol bekas yang sudah dipotong dan dilubangi dengan air, sampai sekitar 3/4 bagian. Jangan mengisi air terlalu penuh, agar tidak meluap saat Anda menanam kangkung.

Menanam Benih Kangkung

Benih kangkung yang sudah direndam dan ditiriskan kemudian ditaburkan pada media tanam yang sudah disiapkan. Anda bisa menggunakan sekam bakar atau arang sekam sebagai media tanam. Anda perlu menanam benih kangkung dengan cara mengambil sejumlah media tanam dengan tangan atau sendok, lalu memasukkannya ke dalam lubang-lubang yang ada pada bagian atas botol. Jangan memadatkan media tanam, agar akar kangkung bisa tumbuh dengan baik. Kemudian, taburkan benih kangkung secara merata pada media tanam, sekitar 2-3 biji per lubang. Tutupi benih kangkung dengan sedikit media tanam, agar tidak terbawa angin atau air.

Baca Juga:  Cara Menanam Kangkung Hidroponik dengan Rockwool: Mudah dan Murah

Menambahkan Nutrisi Hidroponik

Nutrisi hidroponik yang sudah disiapkan dan disesuaikan pH-nya kemudian ditambahkan ke dalam botol-botol yang sudah berisi air dan media tanam. Anda perlu menambahkan nutrisi hidroponik dengan cara menuangkannya secara perlahan ke dalam botol, sampai air mencapai permukaan media tanam. Jangan menuangkan nutrisi hidroponik terlalu cepat atau terlalu banyak, agar tidak menyebabkan air meluap atau media tanam terbawa air.

Setelah Anda menanam kangkung hidroponik dengan botol bekas, Anda perlu menggantung botol-botol tersebut di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung, seperti di balkon, pekarangan, atau atap rumah. Anda bisa menggantung botol-botol tersebut dengan menggunakan tali rafia atau kawat, yang diikatkan pada tutup botol atau leher botol. Pastikan botol-botol tersebut tergantung dengan kuat dan stabil, agar tidak jatuh atau bergoyang saat angin bertiup.

Demikianlah cara menanam kangkung hidroponik dengan botol bekas yang hemat, mudah, dan sehat. Selanjutnya, Anda perlu merawat kangkung hidroponik Anda dengan baik, agar bisa tumbuh subur dan siap dipanen. Berikut adalah beberapa tips perawatan kangkung hidroponik yang perlu Anda ketahui.

Perawatan Kangkung Hidroponik

Menanam kangkung hidroponik dengan botol bekas tidak membutuhkan perawatan yang rumit, namun tetap perlu dilakukan dengan teliti dan rutin. Anda perlu memperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan kangkung hidroponik, yaitu kondisi air, nutrisi, suhu, cahaya, kelembaban, dan pH. Berikut adalah beberapa tips perawatan kangkung hidroponik yang perlu Anda lakukan:

Menjaga Kondisi Air

Air adalah media yang mengantarkan nutrisi dan oksigen ke tanaman. Anda perlu menjaga kondisi air agar tetap bersih, jernih, dan tidak berbau. Anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk menjaga kondisi air:

  • Ganti air secara berkala, sekitar seminggu sekali, atau jika air sudah mulai keruh, berbau, atau berwarna. Anda bisa mengganti air dengan cara menuangkannya ke tempat lain, lalu mengisi botol dengan air bersih yang sudah dicampur dengan nutrisi hidroponik.
  • Jangan menambahkan air terlalu banyak, agar tidak meluap atau menggenangi media tanam. Jika air berkurang karena penguapan atau penyerapan tanaman, Anda bisa menambahkan air sedikit demi sedikit, sampai mencapai permukaan media tanam.
  • Jangan menyiram tanaman dengan air, karena akan membuat media tanam basah dan memicu pertumbuhan jamur atau bakteri. Cukup biarkan tanaman menyerap air dan nutrisi dari bawah.

Menjaga Kondisi Nutrisi

Nutrisi adalah unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh dan berkembang. Anda perlu menjaga kondisi nutrisi agar tetap seimbang, sesuai dengan kebutuhan tanaman. Anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk menjaga kondisi nutrisi:

  • Gunakan nutrisi hidroponik yang berkualitas baik, baik yang sudah jadi maupun yang dibuat sendiri. Pastikan nutrisi hidroponik mengandung unsur hara makro (nitrogen, fosfor, kalium) dan mikro (besi, seng, tembaga, mangan, boron, molibdenum) yang cukup untuk tanaman.
  • Sesuaikan takaran nutrisi hidroponik dengan jumlah air yang digunakan. Jangan menggunakan nutrisi hidroponik terlalu banyak atau terlalu sedikit, karena akan menyebabkan tanaman kekurangan atau kelebihan unsur hara. Ikuti petunjuk yang ada pada kemasan nutrisi hidroponik, atau gunakan gelas ukur atau sendok untuk mengukur nutrisi hidroponik.
  • Aduk nutrisi hidroponik sampai tercampur rata, sebelum menuangkannya ke dalam botol. Jika nutrisi hidroponik mengendap atau menggumpal, saring dengan menggunakan kertas saring atau kain, untuk menghilangkan endapan atau kotoran yang mungkin ada.

Menjaga Kondisi Suhu

Suhu adalah faktor yang mempengaruhi metabolisme dan aktivitas tanaman. Anda perlu menjaga kondisi suhu agar tetap optimal, sesuai dengan toleransi tanaman. Anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk menjaga kondisi suhu:

  • Pilih tempat yang memiliki suhu yang sesuai untuk menanam kangkung hidroponik. Kangkung adalah tanaman yang menyukai suhu hangat, sekitar 25-30°C. Jika suhu terlalu dingin atau terlalu panas, tanaman akan mengalami stres dan pertumbuhannya akan terhambat.
  • Jauhkan botol-botol dari sumber panas atau dingin yang berlebihan, seperti kompor, kipas angin, atau AC. Jika perlu, Anda bisa menggunakan selimut, kardus, atau kain untuk melindungi botol-botol dari paparan suhu yang ekstrem.
  • Jangan menempatkan botol-botol terlalu dekat satu sama lain, agar tidak menimbulkan panas berlebih. Beri jarak sekitar 10-15 cm antara botol-botol, agar udara bisa mengalir dengan baik dan menjaga suhu tetap stabil.

Menjaga Kondisi Cahaya

Cahaya adalah faktor yang mempengaruhi fotosintesis dan pertumbuhan tanaman. Anda perlu menjaga kondisi cahaya agar tetap cukup, sesuai dengan kebutuhan tanaman. Anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk menjaga kondisi cahaya:

  • Pilih tempat yang memiliki cahaya matahari yang cukup untuk menanam kangkung hidroponik. Kangkung adalah tanaman yang membutuhkan cahaya matahari yang intens, sekitar 6-8 jam per hari. Jika cahaya matahari terlalu sedikit, tanaman akan mengalami pertumbuhan kerdil, daun kuning, atau bunga tidak mekar.
  • Jangan menempatkan botol-botol di tempat yang terlalu gelap atau terlalu terang, seperti di bawah pohon, di dalam ruangan, atau di bawah sinar matahari langsung. Jika perlu, Anda bisa menggunakan tirai, payung, atau atap untuk melindungi botol-botol dari paparan cahaya yang berlebihan atau kurang.
  • Putar botol-botol secara berkala, agar tanaman mendapatkan cahaya yang merata dari semua arah. Jika tanaman hanya mendapatkan cahaya dari satu arah, tanaman akan condong ke arah cahaya, dan pertumbuhannya akan tidak simetris.
Baca Juga:  Cara Menanam Kangkung Hidroponik di Gelas Plastik Bekas

Menjaga Kondisi Kelembaban

Kelembaban adalah faktor yang mempengaruhi transpirasi dan respirasi tanaman. Anda perlu menjaga kondisi kelembaban agar tetap ideal, sesuai dengan kebutuhan tanaman. Anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk menjaga kondisi kelembaban:

  • Pilih tempat yang memiliki kelembaban yang sesuai untuk menanam kangkung hidroponik. Kangkung adalah tanaman yang menyukai kelembaban tinggi, sekitar 70-80%. Jika kelembaban terlalu rendah atau terlalu tinggi, tanaman akan mengalami dehidrasi atau busuk.
  • Jauhkan botol-botol dari sumber kelembaban yang berlebihan atau kurang, seperti air, api, atau angin. Jika perlu, Anda bisa menggunakan semprotan, kipas, atau pengering untuk mengatur kelembaban di sekitar botol-botol.
  • Jangan menyemprot tanaman dengan air, karena akan membuat daun basah dan memicu pertumbuhan jamur atau bakteri. Cukup biarkan tanaman menyerap kelembaban dari udara dan air.

Menjaga Kondisi pH

pH adalah faktor yang mempengaruhi ketersediaan dan penyerapan unsur hara oleh tanaman. Anda perlu menjaga kondisi pH agar tetap netral, sesuai dengan kebutuhan tanaman. Anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk menjaga kondisi pH:

  • Gunakan air dan nutrisi hidroponik yang memiliki pH yang sesuai untuk menanam kangkung hidroponik. Kangkung adalah tanaman yang membutuhkan pH sekitar 5,5-6,5. Jika pH terlalu asam atau terlalu basa, tanaman akan mengalami kekurangan atau kelebihan unsur hara, dan pertumbuhannya akan terganggu.
  • Ukur pH air dan nutrisi hidroponik secara berkala, sekitar seminggu sekali, atau jika ada perubahan warna, bau, atau rasa pada air atau nutrisi hidroponik. Anda bisa mengukur pH dengan menggunakan pH meter atau lakmus, yang bisa Anda beli di toko pertanian atau online. Jika pH tidak sesuai, Anda bisa menyesuaikannya dengan menambahkan kapur atau cuka ke dalam air atau nutrisi hidroponik.

Pemanenan Kangkung Hidroponik

Setelah Anda merawat kangkung hidroponik dengan baik, Anda bisa memanennya kapan saja Anda mau. Kangkung hidroponik bisa dipanen setelah sekitar 4-6 minggu dari penanaman, atau jika tanaman sudah memiliki daun dan batang yang lebat dan kuat. Anda bisa memanen kangkung hidroponik secara bertahap, atau sekaligus. Anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk memanen kangkung hidroponik:

Menyiapkan Alat Pemanen

Alat yang digunakan untuk memanen kangkung hidroponik adalah gunting atau pisau yang tajam dan bersih. Anda perlu menyiapkan alat pemanen dengan cara mencucinya terlebih dahulu dengan air bersih, untuk menghilangkan kotoran, karat, atau bakteri yang menempel. Setelah itu, keringkan alat pemanen dengan cara menyekanya dengan kain bersih.

Memanen Kangkung Hidroponik

Kangkung hidroponik yang sudah siap dipanen kemudian dipotong dengan menggunakan alat pemanen yang sudah disiapkan. Anda perlu memanen kangkung hidroponik dengan cara memotong batang kangkung sekitar 5-10 cm dari permukaan media tanam, atau sesuai dengan panjang yang Anda inginkan. Jangan memotong batang kangkung terlalu pendek, agar tanaman bisa tumbuh kembali. Jika Anda ingin memanen kangkung hidroponik sekaligus, Anda bisa memotong seluruh batang kangkung, lalu mengganti media tanam dan nutrisi hidroponik dengan yang baru.

Setelah Anda memanen kangkung hidroponik, Anda perlu membersihkan dan menyimpannya dengan baik, agar tetap segar dan sehat. Anda bisa melakukan hal-hal berikut untuk membersihkan dan menyimpan kangkung hidroponik:

  • Cuci kangkung hidroponik dengan air mengalir, untuk menghilangkan kotoran, serangga, atau sisa nutrisi yang menempel. Jika perlu, Anda bisa menambahkan sedikit garam atau cuka ke dalam air, untuk membunuh bakteri atau jamur yang mungkin ada.
  • Tiriskan kangkung hidroponik dengan cara menggantungnya di tempat yang teduh dan berangin, atau menyekanya dengan kain bersih. Jangan meniriskan kangkung hidroponik di bawah sinar matahari langsung, karena akan membuat daun layu atau berubah warna.
  • Simpan kangkung hidroponik dalam wadah yang bersih dan kedap udara, seperti plastik atau kertas. Jangan menyimpan kangkung hidroponik dalam wadah yang basah atau bocor, karena akan membuat kangkung busuk atau berjamur.
  • Masukkan kangkung hidroponik ke dalam kulkas, dan letakkan di bagian yang sejuk dan tidak terlalu dingin, seperti laci sayur atau rak bawah. Jangan menyimpan kangkung hidroponik di bagian yang terlalu dingin atau beku, karena akan membuat kangkung layu atau rusak.
  • Konsumsi kangkung hidroponik sesegera mungkin, atau paling lama dalam waktu 3-5 hari, agar tetap segar dan sehat. Jika Anda ingin mengolah kangkung hidroponik menjadi masakan, Anda bisa memotong atau mencincangnya sesuai dengan resep yang Anda inginkan.

Kesimpulan

Demikianlah cara menanam kangkung hidroponik dengan botol bekas yang hemat, mudah, dan sehat. Dengan cara ini, Anda bisa menikmati kangkung segar dan sehat kapan saja Anda mau, tanpa harus repot atau mengeluarkan banyak biaya. Selain itu, Anda juga bisa mengurangi sampah plastik yang merusak lingkungan, dan meningkatkan kreativitas Anda dalam bercocok tanam. Semoga artikel ini bermanfaat dan selamat mencoba!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *