Harga Kayu Gaharu yang Fantastis | Kayu Termahal di Dunia

383 views

Pernahkah Anda mendengar nama kayu gaharu? Jenis kayu ini memang kurang terkenal. Padahal, harga kayu gaharu yang fantastis dapat membuat Anda geleng-geleng kepala dan tidak percaya. Kenapa jenis kayu ini dapat memiliki harga yang sangat tinggi?

Di pasar internasional, kayu gaharu merupakan komoditi kayu yang termahal dan mempunyai nilai kualitas kayu yang sangat tinggi. Oleh karena itulah, permintaan atas jenis kayu ini merupakan permintaan tertinggi di negara-negara Eropa, Amerika, Arab, dan Cina. Harga kayu gaharu dapat mencapai ratusan juta rupiah.

Harga Kayu Gaharu yang Fantastis

Sejenis Apakah Kayu Gaharu Itu?

Kayu gaharu merupakan jenis kayu yang dihasilkan dari proses mekanisme kimia yang berasal dari tanaman pohon keras Aquillaria karena adanya suatu mikroba ke dalam batangnya. Mikroba tersebut sering disebut Kapang Gaharu, yaitu batang yang terinfeksi sehingga warnanya berubah menjadi hitam.

Warna tersebut diakibatkan karena reaksi antibody pohon dengan cara mengeluarkan kimia resin yang berwana kehitaman dan memiliki bau yang sangat harum. Kayu tersebut berubah menjadi kehitaman dan kemudian melunak, namun tidak rapuh.

Cairan resin tadi akan mengeluarkan wangi yang sedap, maka kayu tersebut dinamakan kayu gaharu. Jenis kayu yang harum ini sering dibuat menjadi bahan parfum, aromaterapi, dan dupa oleh orang-orang yang sangat menyukai wewangian. Sebagai alternatif meringankan beban hidupnya.

Wangi yang berasal dari kayu gaharu ini memang dianggap dapat menghilangkan stres. Juga membantu pemulihan penyakit akibat pola hidup yang berat dan tidak teratur, terutama di kota-kota besar.

Tiga bentuk Kayu Gaharu

Harga kayu gaharu yang tinggi sudah tidak dapat dibantah lagi. Jenis kayu ini telah menempati posisi tertinggi sebagai jenis kayu yang memiliki permintaan tertinggi di dunia, termasuk negara-negara Eropa.

Kayu gaharu yang harum ini dapat diekspor ke negara-negara tersebut dengan harga yang sangat mahal untuk dijadikan sebagai bahan parfum. Adapun kayu gaharu ini dibagi dalam tiga bentuk produk sebagai berikut.

1. Gubal Gaharu

Bentuk produk kayu gaharu ini bentuknya berupa bongkahan dan memiliki warna dan harum yang tajam. Harga kayu gaharu jenis produk ini memiliki harga yang sangat fantastis, yaitu mencapai 4 juta hingga 400 juta untuk satu kilo.

Gubal gaharu berasal dari pohon atau bagian pohon penghasil gaharu dan memiliki kandungan damar yang wanginya awet. Warnanya kehitaman berseling warna cokelat.

2. Kamedangan

Kamedangan merupakan kayu potongan sisa pengambilan gubal yang masih berwarna hitam, tetapi harumnya tidak setajam gubal gaharu. Potongan kayu ini pun termasuk yang memiliki harga tertinggi, yaitu sekitar 400 ribu hingga 5 juta untuk satu kilonya.

3. Abu Gaharu

Abu gaharu merupakan serbuk kayu gaharu yang dihasilkan dari sebuah proses penggilingan kayu gaharu, yakni sisa pembersihan atau penggilingan.

Abu gaharu tersebut berwarna kehitaman dan masih mengandung wewangian yang cukup kuat. Di antara jenis prosuk kayu gaharu tersebut, abu gaharu termasuk yang memiliki harga yang tidak terlalu tinggi, yaitu 150 ribu untuk satu kilo.

Saat ini, pemerintah sudah mulai menyadari jenis kayu tersebut mendatangkan keuntungan besar bagi negara jika dikembangbiakkan secara serius. Oleh karena itulah, pemerintah mulai menggalakkan pengembangbiakkan kayu tersebut secara besar-besaran.

Permintaan kayu gaharu setiap tahunnya mencapai 4000 ton, dan disebar ke negara-negara importir. Cina merupakan salah satu negara importir kayu gaharu yang paling besar, yaitu 500 ton.

Sayangnya, Indonesia memiliki daya yang tidak terlalu tinggi untuk mengekspor kayu gaharu. Hanya mampu sebesar 600 ton per tahun. Menurut data dari keseluruhan pengekspor kayu gaharu, Indonesia baru mampu menutup ekspor per tahun hanya sebesar 2000 ton.

Artinya, masih terdapat potensi untuk mengekspor sebesar 2000 ton yang masih belum terpenuhi. Sebelumnya, Indonesia termasuk salah satu negara terbesar penghasil kayu gaharu.

Dengan harga kayu gaharu yang tinggi, seharusnya Indonesia menjadikan produk kayu ini sebagai salah satu sumber devisa negara dalam bidang pertanian. Saat ini potensi Indonesia sebagai penghasil kayu gaharu menurun. Bahkan, kayu ini sudah langka ditemukan di Indonesia.

Baca juga : Manfaat dan Cara Budidaya Pohon Gaharu