Spesies Anggur, Manfaat dan Seni Menanam Anggur

432 views

Viltikultura – Seni Menanam Anggur

Seni menanam anggur biasa dikenal dengan vitikultura, yaitu menyemai bibit anggur pada hamparan ladang yang sudah disesuaikan dengan suhu, kecepatan angin, dan banyak sedikitnya curah hujan serta paparan sinar matahari. Anggur tidak hanya dapat dinikmati langsung daging buahnya tetapi juga diolah menjadi bahan pangan lain seperti kismis, jelly, minuman jus, dan wine. Maka dari itu penting diperhatikan cara penanaman yang baik agar dapat menghasilkan anggur-anggur segar berkualitas baik.

Spesies Anggur, Manfaat dan Seni Menanam Anggur

Adapun syarat-syarat untuk bisa melakukan vitikultura anggur ini di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Lahan yang digunakan berada pada dataran rendah seperti tepi-tepi pantai dengan persentase musim kemarau yang lebih banyak daripada musim hujannya. Anggur juga bisa tumbuh pada ketinggian 5-1000 meter dari permukaan laut. Namun, berbeda spesies, maka akan berbeda pula ketinggian yang diperlukan untuk menanam.
  • Pastikan curah hujan rata-rata per tahunnya sekitar 800mm. Curah hujan yang yang tinggi dapat mempengaruhi kualitas bakal bunga anggur sehingga rentan terhadap penyakit dan serangan hama.
  • Wilayah penanaman hendaknya yang tidak terlalu sering diterpa angin. Angin yang kencang tidak baik bagi pertumbuhan anggur.
  • Udarayang kering dengan paparan sinar matahari yang sering sangat baik bagi masa pembuahan atau vegetatif anggur.
  • Periksa suhu di sekitar ladang. Suhu yang baik bagi anggur rata-rata pada siang hari maksimal 31 derajat Celcius dan minimal 23 derajat Celcius pada malam hari. Kelembaban udara berkisar antara 75-80%.
  • Anggur dapat tumbuh dengan baik di tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung humus dan hara yang penting. Pasir atau tanah lempung berpasir biasa digunakan sebagai media tanam anggur.
  • Ph atau derajat keasaman anggur berada pada angka 7 atau netral.

Budidaya anggur dapat dilakukan melalui pembibitan generatif atau dengan biji maupun vegetatif dengan setek, cangkok, dan mengenten. Dari semua cara pembibitan tersebut, yang paling efektif adalah dengan cara stek. Pembibitan generatif dilakukan dengan cara berikut.

  • Benih disemaikan ke dalam pot khusus selama 5 hari.
  • Siapkan media semai berupa polybag dengan ukuran yang lebih besar dari pot sebelumnya. Masukkan ke dalamnya tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1. Lalu pindahkan benih semai ke dalam media semai yang baru ini.
  • Siram terus benih semai tersebut tetapi jangan sampai tergenang.
  • Penyemaian dilakukan selama dua bulan di tempat yang teduh dan lembab.
  • Bibit yang bertumbuh dan memiliki banyak akar setelah dua bulan lalu siap untuk dipindahkan ke ladang. Jangan lupa untuk mensortir bibit-bibit yang bagus lagi segar.
  • Setelah itu, bisa dilakukan penanaman pada awal musim kemarau atau ketika suhu udara sedang meningkat yaitu sekitar bulan Juni dan Juli.

Pembibitan vegetatif terbaik dilakukan melalui cara setek. Adapun bibit setek terbaik adalah yang memiliki kriteria sebagai berikut.

  • Bentuk stek bulat sekitar 1cm dengan panjang rata-rata 25cm diambil dari pohon induk yang berumur di atas satu tahun. Sediakan 2-3 ruas.
  •  Pilihlah mata tunas yang berukuran besar, sehat, dan padat.
  •  Kulit bibit stek yang sehat berwarna coklat muda cerah, bagian bawah kulitnya menghijau, berair dan tidak ada noda hitamnya.

Untuk memulai penanaman, jangan lupa sediakan para-para, yaitu sejenis kayu tipis panjang setinggi 2 meter yang dipergunakan sebagai tempat melekatnya batang dan cabang anggur yang akan merayap ke samping. Sediakan pula ajir bambu agar batang dan cabangnya dapat tumbuh menjalar ke atas dengan baik.

Perawatantanaman anggur perlu diperhatikan secara rutin. Saat melakukan penyiraman, lakukanlah kontrol yang teliti seperti penjarangan buah yang berfungsi agar jarak tanaman anggur yang satu dengan yang lainnya tidak terlalu rapat. Jika tanaman terlalu rapat maka kualitas buah anggur menjadi kurang bagus.

Penjarangan tanaman anggur dapat dilakukan jika sudah masuk umur satu bulan sejak pembibitan dan buah terlihat masih sangat kecil. Dan berlanjut ke proses penjarangan selanjutnya ketika buah sudah terlihat sebesar biji jagung yaitu sekitar dua minggu dari proses pertama tadi.

Lakukan penjarangan buah sambil membungkus buah anggur dengan kertas koran jika dalam satu tangkai sudah terdapat sekitar dua atau tiga buah yang sudah matang. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas buah saat membesar nanti. Buah yang perlu dibuang adalah yang bertangkai panjang, yang berada pada bagian dalam, dan yang bentuknya tidak sempurna.