Potensi Sosial dan Ekonomi Tanaman Kelapa

512 views

Potensi Ekonomi Tanaman Kelapa

Selain memiliki potensi sosial yang bermanfaat untuk kesehatan, tanaman kelapa juga memiliki potensi dalam bidang ekonomi yang dapat membantu pemenuhan kebutuhan manusia. Seperti apa jelasnya? Berikut adalah uraiannya.

Potensi Sosial dan Ekonomi Tanaman Kelapa

1. Batang Kelapa

Batang kelapa terdiri atas jaringan pembuluh yang dikelilingi oleh jaringan parenchime. Hal ini menjadikan kayu kelapa memiliki nilai artistik yang tinggi. Satu pohon kelapa tua rata-rata volumenya 0,9 meter kubik dapat menghasilkan 20-30% kayu menegha dan 40-60% kayu lunak. Batang kelapa dapat digunakansebagai kayu bakar karena terdiri atas karbon 50%, oksigen 43,2%, dan hydrogen 6,2% sehingga jika dijadikan kayu bakar dapat menghasilkan panas seperti kayu lainnya.

Selain itu, kayu kelapa juga sangat baik untuk dijadikan arang. Makin keras kayu kelapa, makin baik juga mutu arang yang dihasilkan. Bagian batang yang paling baik untuk dibuat arang adalah pangkal batangnya yang memang memiliki struktur sangat keras. Arang kayu kelapa untuk selanjutnya dapat dijadikan sebagai arang aktif dan arang briket.

Batang kayu kelaoa juga dapat diolah menjadi bahan bangunan seperti balok-balok atau papan, selanjutnya dapoat dibuay bermacam-macam konstruksi bangunan. Selain itu, kayu kelapa juga dapat dimanfaatkan untuk membuat pagar, rumah penjaga, dan tiang listrik. Pada umumnya, kayu kelapa yang tua lebih mudah dikerjakan daripada yang masih muda. Untuk memperoleh kayu kelapa yang licin, diperlukan penggunaan kertas pasir sebelum divernis atau dicat.

2. Bunga dan Buah Kelapa

Dari tangkai bunga kelapa dapat dihasilkan nira kelapa. Nira kelapa yang diambil dengan cara disadap merupakan minuman yang menyegarkan dan berkhasiat sebagai obat. Selain itu, nira kelapa juga dapat diolah menjadi gula kelapa atau gula mangkok. Saat ini gula kelapa telah menjadi salah satu komoditas ekspor yang sangat tinggi.

Struktur buah kelapa terdiri atas sabut, tempurung, , daging kelapa, dan air kelapa. Kulit atau sabut kepala dapat diolah menjadi serat sabut kelapa (cocofibre), ampas sabut kelapa (cocodust), airfilter, matting, rugs, tali, jaring pot, konstruksi beton, dan lain-lain. Sabut kelapa juga dapat diolah menjadi medium tanam. Pengolahan sabut kelapa akan menghasilkan serat untuk bahan pengisi kasur dan jok mobil, serta dapat dibuat keset.

Daging kelapa dapat dibuat santan, kelapa parut, dan minyak keletik. Santan yang banyak digunakan sebagai penyedap bahan masakan di jutaan rumah tangga saat ini telah menjadi komoditas ekspor ke Eropa, Malaysia, dan Singapura.

Sedangkan kelapa parut kering telah menjadi komoditas ekspor ke Eropa, Amerika, kanada, Jepang, dan Australia. Tak hanya itu, air kelapa pun dapat diolah menjadi aneka minuman menyegarkan dan dapat pula diolah menjadi nata de coco, semacam kolang-kaling yang sangat digemari oleh masyarakat dunia.

Sementara tempurung batok dapat diolah menjadi arang batok kelapa, arang aktif, dan obat nyamuk bakar. Arang batok kelapa banyak dibutuhkan oleh industri pengecoran besi, industri tambak udang, industri tekstil, industri karbon aktif, dan industri minyak goreng. Untuk menghasilkan 1kg arang dibutuhkan 4 kg tempurung atau batok kelapa.

3. Daun Kelapa

Daun kelapa sering digunakan oleh masyarakat pedesaan sebagai atap rumah, sapu lidi, bahan anyaman, hingga pembungkus ketupat. Bahkan di Kawasan Timur Indonesia yang sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai nelayan, daun kelapa kering dengan seluruh batang daunnya banyak digunakan sebagai rumpon laut yang sangat bermanfaat untuk memudahkan aktivitas menangkap ikan-ikan tuna, cakalang, dan ikan-ikan karang.

4. Akar Kelapa

Akar tanaman kelapa terdiri atas akar-akar serabut. Gabungan dari akar-akar tersebut masing-masing masuk ke dalam tanah untuk menghisap zat makanan. Akar-akar kelapa ini dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan dan zat pewarna.

Nah, itulah beberapa potensi sosial dan potensi ekonomi dari tanaman kelapa. Potensi sosial dan ekonomi dari setiap tanaman kelapa dapat ditingkatkan dengan strategi kegiatan agrobisnis dan agroindustri. Untuk maksud tersebut, perlulah kiranya dikembangkan paket teknologi pengolahan yang tepat guna. Dengan demikian, sasaran akhir dari budidaya kelapa untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani, masyarakat, daerah, dan negara dapat tercapai.

Baca juga : Manfaat KelengkengĀ bagi Kesehatan