Potensi Sosial dan Ekonomi Tanaman Kelapa

228 views

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa

Kehadiran hama dan penyakit memerlukan penanganan khusus karena berbahaya bagi tanaman kelapa kopyor. Tanaman kelapa kopyor yang terserang hama penyakit biasanya akan mengalami produktivitas, bahkan tak jarang kelapa yang diserang tidak akan menghasilkan buah untuk waktu tertentu. Pertanyaan yang kemudian muncul, bagaimana cara mengendalikan hama dan penyakit yang biasa menyerang tanaman kelapa? Berikut adalah uraiannya.

Potensi Sosial dan Ekonomi Tanaman Kelapa

Hama pada Tanaman Kelapa Kopyor

Kelapa koppyor merupakan salah satu komoditas agrobisnis yang sangat menguntungkan. Jumlah permintaan pasar atas kelapa tiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Tentunya, permintaan tersebut harus senantiasa diimbangi oleh produksi kelapa yang mencukupi. Namun, bagaimana jadinya jika banyak perkebunan kelapa yang terserang hama? Tentunya jumlah produksi kelapa tak akan lagi mengimbangi permintaan pasar, bukan?

Untuk menghindari hal tersebut, para petani kelapa kopyor senantiasa harus menjaga tanamannya dari serangan hama yang mengganggu. Berikut ini penulis akan memberikan ulasan tentang beberapa hama yang sering menyerang kelapa dan cara pengendaliannya yang paling tepat.

1. Hama Kumbang Kelapa

Kumbang kelapa atau yang memiliki bahasa latin Oryctes rhinoceros merupakan musuh kelapa yang menempati peringkat pertama, baik dilihat dari kemampuan merusak, luas sebaran, stabilitas, maupun jumlah populasi sepanjang tahun. Tempat berkembang biak kumbang kelapa antara lain adalah di bahan yang sudah lapuk, seperti batang kelapa, serbuk gergaji, sekam padi, tumpukan sampah, kotoran sapi, hingga bahan organik lainnya.

Dari sekian banyaknya media untuk berkembang biak, larva kumbang kelapa akan mengalami proses perkembangbiakan secara baik dalam batang kelapa yang sangat lapuk. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika kemudian kumbang kelapa menjadi musuh bagi kelapa karena populasi terbaiknya memang berada di dalam batang kelapa. Kumbang kelapa akan selalu berusaha untuk merusak pohon kelapa guna menjaga populasinya.

Di Indonesia, hama kumbang kelapa dapat menyebabkan kerusakan yang sangat serius pada perkebunan kelapa. Tak tanggung-tanggung, hama ini sudah menyebar di 18 provinsi dan menyebabkan kerugian yang sangat besar. Kumbang kelapa ini biasanya akan menyerang pelepah daun kelapa yang belum terbuka sehingga menyebabkan pelepah kelapa patah sebelum menghasilkan buah. Jika hal ini terus dibiarkan, maka hasil buah akan berkurang. Tak hanya itu, hama kumbang kelapa juga bisa menyebabkan tanaman muda mati.

2. Hama Belalang

Belalang atau yang memiliki nama latin Sexapa sp. ini merupakan hama kronis yang biasa menyerang beraneka ragam tanaman. Sifat serangan hama belalang, dilihat dari luas serangannya selama beberapa tahun terakhir di wilayah geografisnya terbilang sangat eksplosif. Entah berapa besar kerugian para petani yang disebabkan oleh serangan hama belalang.

Di Indonesia, setidaknya terdapat tiga spesies Sexapa yang sering menyerang lahan perkebunan kelapa dan perkebunan lainnya, yakni S. nubile, S. cariacea, dan S. karnyi. Daerah sebaran ketiga spesies Sexapa ini , meliputi Sulawesi Utara, Sulawesi tengah, Maluku, dan Irian Jaya.

Pada belalang, Nimpa dan Imago aktif pada malam hari dan mampu merusak daun, buah muda, dan bunga. Bahkan, jika serangannya sangat berat bukan mustahil akan menyebabkan kematian pada tanaman kelapa apapun, termasuk kelapa kopyor.

3. Hama Artona

Hama Artona tau yang memiliki nama latin Artona catoxantha merupakan aktor utama yang menyebabkan kerusakan mahahebat pada pertanian dan perkebunan kelapa di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Hama Artona menyerang tanaman kelapa dengan cara meletakkan telurnya yang sangat kecil di bawah permukaan daun.

Setelah menetas, ulat Artona akan memakan habis anak-anak daun, sehingga bekas gigitannya seringkali menjadi tempat masuknya penyakit cendawan yang dapat menyebabkan anak daun kering sebagian atau seluruhnya. Daur hidup Artona dari mulai telur hingga ulat biasanya memakan waktu sekitar 5-6 minggu.

Serangan hama Artona biasanya ditandai dengan adanya generasi sinkron yang tidak sama untuk setiap minggu. Pada minggu pertama, biasanya hanya ada telur, minggu kedua baru muncul larva muda, dan pada minggu-minggu berikutnya barulah muncul Artona stadium dewasa yang sangat merugikan.

4. Hama Tirathaba rufivena

Salah satu hama lain yang seringkali menyerang tanaman kelapa kopyor adalah Thirathaba Rufivena. Larva hama ini biasanya akan merusak bunga jantan dan bungan betina sewaktu tanaman baru mulai berbuah. Rusaknya bunga jantan dan bungan betina tentunya akan menghambat pertumbuhan buah dan mengakhiri kemunculan buah lainnya. Sangat merugikan.

5. Hama Berupa Aneka Jenis Ulat

Tak hanya menyerang tanaman budidaya, seperti mangga, jeruk, dan apel saja, ternyata hama yang berupa aneka jenis ulat pun bisa menyerang tanaman kelapa. Setidaknya ada beberapa jenis ulat yang sering menyerang kelapa. Berikut adalah beberapa di antaranya.

  1. Cheromettia sumatrensi. Bentuk larva hama ini menyerupai agar-agar, tidak memiliki duri, ukurannya kecil, berbentuk lonjong, dan memiliki bintik-bintik kuning. Daerah sebaran hama ulat ini meliputi Pulau Sumatera, Jawa, dan Bali.
  2. Pectinarosa alastor. Bentuk larva hama ini hampr sama dengan Cheromettia sumatrensis, yakni menyerupai agar-agar, tidak berduri, dan berbentuk lonjong. Tetapai, larva hama ini berwarna putih susu dengan tanda bercak yang melebat berwarna coklat muda.
  3. Chalcocelis albiguttata. Bentuk larvanya menyerupai agar-agar, tidak berduri, agak panjang dibanding Cheromettia, tidak memiliki bercak-bercak kuning. Daerah sebaran larva ini meliputi Pulau Jawa, Sulawesi, dan Maluku.
  4. Selain itu, masih ada jenis ulat lainnya yang sering mengganggu kelapa kopyor, yakni Parasa spp., yaitu Parasa lepida dan Parasa balitkae, serta hama Thosea monoloncha.

Pengendalian hama-hama yang disebutkan tadi perlu dilakukan secara terpadu, yakni dengan melakukan penanggulangan dengan kultur teknis, pemanfaatan musuh alami, sanitasi kebun, melakukan ter pada bagian luka tanaman kelapa secara periodic, membakar pohin yang mati, dan mengubur ampat-ampas yang busuk minimal sedalam 0,5 meter. Selain itu dapat pula dilakukan dengan memberikan umpan sagu yang telah dicampur insektisida.

Baca juga : Manfaat Jambu Biji untuk Kesehatan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *