Tips Merawat Tanaman Adenium Agar Tumbuh Subur dan Berbunga Lebat

Posted on

Bagi para pecinta tanaman hias, berburu tanaman ke berbagai tempat akan dilakukan demi mendapatkan tanaman idaman. Tanaman adenium atau lebih dikenal dengan kamboja Jepang yang pernah menjadi trend beberapa waktu terakhir juga tak lepas dari perburuan para hobiis tanaman hias.

Tips Merawat Tanaman Adenium
sumber: shutterstock.com

Ketika tanaman Adenium dibeli dari pedagang tanaman hias, biasanya bentuknya sudah cantik, kadang tengah berbunga dan dalam kondisi sehat. Kurang pahamnya pemilik terhadap perawatan tanaman ini selanjutnya yang seringkali membuat penampilannya menjadi kurang indah bahkan kadang menjadi sakit dan terakhir mati. Sungguh sayang sekali jika kejadiannya demikian, padahal jika Anda tahu perawatan tanaman Adenium sebenarnya sederhana maka Anda pasti telah melakukannya.

Beberapa tips berikut ini bisa Anda lakukan untuk mendapatkan tanaman Adenium yang sehat dan cantik di rumah, yaitu sebagai berikut:

1.    Media tanam

Adenium sebenarnya adalah tanaman perdu yang bagus hidup di daerah gurun pasir. Sehingga jika kita ingin memeliharanya dengan baik, kita upayakan menyediakan media tanam yang mempunyai struktur dengan sifat yang mirip dengan daerah asalnya. Campuran tanah pasir, humus, sekam padi bakar dan cocopeat sangat ideal sebagai media tanam. Perbandingan 4:2:3:2 bisa Anda gunakan.

Hindari hanya memakai tanah humus saja karena Adenium membutuhkan media tanam yang tak  terlalu mengikat air. Jika kita tanam di media tanam yang mengikat air dikhawatirkan akan gampang membusuk akar batang tanamannya.

2.    Pemberian air

Sesuai dengan sifatnya yang tak suka mendapatkan banyak air, maka usahakan tak terlalu banyak memberi siraman air dalam perawatannya. Penyiraman di musim kemarau cukup 2 hari sekali dan sekedar basah saja, upayakan tak ada genangan air. Jika musim hujan, untuk tanaman di pot bisa dipindahkan di tempat yang teduh jika ada hujan. Untuk tanaman yang baru dipangkas upayakan batang yang terluka tak terkena air sampai batang telah kering dari getah Adenium.

3.    Lahan yang terkena matahari langsung

Sesuai dengan asalnya yaitu daerah Afrika dan Asia Barat yang cenderung kering, panas dan bergurun pasir, maka upayakan meletakkan tanaman Adenium pada daerah yang terkena matahari langsung. Jika Anda menanamnya di pot mungkin lebih mudah memindah-mindahkannya, namun jika Anda menanamnya di tanah upayakan tak ada tanaman yang menaunginya dari sinar matahari langsung agar pertumbuhan akar, batang dan bunganya bisa optimal.

4.    Melakukan repotting (mengganti media tanam di dalam pot)

Apabila Anda menanam tanaman ini di dalam pot jangan lupa untuk melakukan repotting tiap 6 bulan sekali. Mungkin Anda berdalih sering memberikan pupuk untuk mengganti unsur hara tanaman di dalam pot, namun perlu Anda tahu ada unsur hara yang tak tergantikan dengan pemberian pupuk. Anda harus mengganti media tanam yang lama dengan media tanam yang baru agar kesuburan tanaman tetap terjaga. Setelah repotting upayakan Anda menunda memberikan siraman air hingga 2-3 hari berikutnya, kondisi tanaman yang tengah sakit akibat repotting biasanya kurang siap menerima air.

5.    Pemupukan dengan pupuk kimia

Pemupukan dengan bahan kimia sebaiknya tak terlalu sering dilakukan, sifat pupuk kimia biasanya mengikat tanah sehingga membuat pori-pori tanah menjadi kecil dan membuat tanah menjadi keras. Jika Anda memilih menggunakan pupuk kimia, gunakan pupuk NPK dengan perbandingan 2 sendok makan NPK dicampur dengan 10 liter air. Siramkan larutan NPK ini ke tanah di sekitar akar, jika memungkinkan hindari menyiram langsung pada tanamannya.

6.    Pemupukan dengan pupuk organik

Pemupukan dengan pupuk organik bisa dilakukan bersamaan dengan proses repotting, namun jika di luar masa repotting upayakan pemberian pupuk organik tak membuat komposisi tanah pasir menjadi lebih minim dibandingkan tanah humus pada sekitar tanaman. Cara paling aman yaitu mencampur pupuk organik dengan tanah pasir sebelum ditambahkan pada tanaman.

7.    Pemangkasan untuk peremajaan

Musim kemarau adalah masa paling baik untuk peremajaan tanaman. Bulan Agustus-September bisa Anda pilih. Jika Anda memangkas tanaman pada masa ini, kasus pembusukan luka tanaman akibat pemangkasan bisa diminimalisir. Jika pemangkasan pada musim hujan upayakan menaungi tanaman selama masih baru dipangkas.

Setelah pemangkasan dan batang telah kering dari getahnya, Anda bisa menyemprot tanaman dengan larutan Gandasil D tiap 2 minggu sekali untuk merangsang pertumbuhan cabang baru. Jika cabang  baru telah terbentuk, pilihlah cabang-cabang terbaik agar tanaman tak terlalu rimbun sehingga berkuranglah keindahannya.

8.    Perbanyakan dengan okulasi

Pada masa pemangkasan, untuk batang-batang panjang yang terpotong sebaiknya Anda manfaatkan untuk pembudidayaan tanaman baru. Cara paling sederhana adalah menggantung batang-batang yang hendak ditanam kembali selama 1-2 minggu. Jika batang telah kering dan layu, batang ini telah siap ditanam kembali pada media tanam baru. Sebaiknya Anda menyiram batang-batang baru ini cukup 2 hari sekali. Kira-kira 2 bulan biasanya akar baru mulai terbentuk walaupun daun baru belum tentu. Ciri tanaman berhasil tumbuh, batangnya keras dan tidak lembek, meskipun daun barunya kadang belum keluar.

9.    Perbanyakan dengan biji

Pembuahan pada tanaman Adenium bisa Anda bantu, asal Anda tahu manakah putik dan benang sarinya. Seperti pada prinsipnya pembuahan, benang sari kita tempelkan di putik bunga.

Anda bisa membuat perkawinan antara bunga yang berbeda warna sehingga menghasilkan varietas baru. Jika pembuahan berhasil buah Adenium akan semakin membesar dan memanjang bak sepasang tanduk binatang. Ikatlah buah Adenium dengan melilitkan tali raffia sepanjang buah. Jika mau lebih aman lagi, setelah diikat buah dibungkus kantong plastik. Jangan lupa memberi lubang kecil untuk jalan masuk udara dan supaya uap air bisa keluar lewat lubang itu.

Jika telah tua kulit buah berwarna coklat dan isi buah seperti ada kapasnya. 1 buah Adenium bisa berisi 50 biji. Jemurlah biji Adenium setelah sebelumnya membuang kapas  yang ada di sela-sela biji. Setelah biji kering siap disemaai di tanah berhumus. Perlakuan pada biji ini berbeda dengan tanaman besar. Biji harus disiram tiap hari, bahkan 2 kali sehari. Upayakan tanah tak kering.

Jika kecambah telah tumbuh sekitar 2 cm, ditandai dengan munculnya daun hijau barulah penyiraman dikurangi sehari sekali. Jika batang telah berwarna merah kecoklatan dan daun telah ada sekitar 4 helai tanaman Adenium telah siap dipindahkan ke pot perawatan. Keunggulan tanaman Adenium yang ditanam dari biji, akarnya akan terbentuk lebih cepat dan indah sehingga banyak dipilih sebagai bahan untuk membuat bonsai. Hanya saja keberhasilan perbanyakan dengan biji rata-rata hanya saja.

10.    Membuat bunga beragam warna dalam satu pohon

Dalam satu batang Adenium kita bisa membuatnya berbunga aneka warna, caranya yaitu melalui sambung pucuk batang. Carilah batang-batang pucuk dari beragam warna bunga. Lalu pohon indukan beberapa pucuknya dibuang dan diganti dengan pucuk dari beragam warna bunga tadi. Menyambung akan berhasil jika tiap batangnya masih bergetah.

Sambungan kemudian direkatkan dengan plastik dan letakkan di tempat teduh agar tidak terkena hujan, pada waktu menyiram juga hindarkan terkena air pada sambungannya. Tunggu sekitar 1 bulan, plastik sambungan bisa dibuka jika 2 batang yang disambung telah menyatu. Jika tengah serentak berbunga warna-warni tanaman ini pantas dijadikan parcel.

11.    Membuat bunga muncul banyak dan serentak

Cara membuat bunga tanaman Adenium muncul serentak adalah dengan cara merangsang munculnya bunga dengan memberikan semprotan Gandasil B. Letakkan pula tanaman di bawah sinar matahari agar hormon yang memunculkan bunga bisa bekerja optimal.

12.    Membuat bonggol cantik

Cara membuat bonggol cantik yaitu dengan cara memendam akar selama beberapa waktu. Bonggol yang cantik sebenarnya adalah simpanan air pada tanaman Adenium, jika bonggol telah terbentuk Anda bisa menaikkannya dari tanah pendaman. Seperti perlakuan pada tanaman Adenium sebelumnya. Pada masa setelah Anda menaikkan bonggol itu hindarkan menyiram tanaman ini 2-3 hari supaya tidak terjadi kebusukan akar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *