Cara Menanam Seledri Agar Tumbuh Subur

38,084 views

Cara menanam seledri agar tumbuh subur – Seledri adalah jenis tanaman dedaunan atau sayuran yang digunakan sebagai bumbu-bumbuan. Aroma wangi khas yang terdapat pada daun seledri biasanya dimanfaatkan sebagai pelengkap suatu hidangan atau masakan. Contohnya yaitu daun seledri digunakan sebagai pelengkap soto agar aroma soto tersebut semakin menarik dan menggugah selera nafsu makan. Daun seledri cukup di iris tipis-tipis atau kecil-kecil dan kemudian ditaburkan ke atas hidangan soto tersebut.

Selain digunakan sebagai pelengkap suatu hidangan atau masakan. Soto juga dapat dimanfaatkan sebagai penekan darah tinggi. Orang-orang yang mempunyai tekanan darah tinggi biasanya memanfaatkan daun seledri sebagai obat dan menurunkan tekanan darah tinggi. Cara untuk memanfaatkan daun seledri sebagai obat yaitu daun seledri direbus menggunakan air biasa. Setelah air mendidih maka langkah selanjutnya yaitu diamkan sejenak agar air menjadi dingin. Kemudian pisahkan air dengan daun seledri lalu saring air rebusan air seledri tersebut. Dan minum air hasil rebusan seledri tersebut secara rutin maka tekanan darah tinggi akan menjadi berkurang.

cara menanam seledri

Untuk menanam tanaman seledri tidaklah rumit karena tanaman seledri merupakan jenis tanaman yang mudah untuk bertumbuh. Seledri dapat tumbuh dimana saja tempatnya yaitu di dataran rendah, dataran menengah dan dataran tinggi. Syarat paling pokok untuk menanam tanaman seledri adalah kandungan air. Kandungan air yang terdapat pada media tanam haruslah terpenuhi sehingga seledri dapat bertumbuh dengan baik. Contoh media yang dapat dijadikan media tanam seledri adalah : pot, hidroponik, polybag, pekarangan rumah dan lahan bedengan.

Dalam kesempatan kali ini kami akan memberikan ulasan tentang cara menanam seledri menggunakan media lahan yang umum digunakan. Contoh media tanam seledri yang sering digunakan dan mudah memprosesnya adalah pot, polybag dan bedengan. Silahkan baca terus pembahasan artikel selengkapnya dibawah ini.

Langkah-langkah Cara Menanam Seledri

Cara menanam seledri agar dapat tumbuh dengan subur maka harus melalui beberapa proses yaitu proses pengolahan lahan, penyemaian, penanaman dan perawatan hingga panen, yuk kita bahas satu persatu :

A. Pengolahan Lahan

Lahan atau media tanam seledri yang akan kami bahas pada kesempatan kali adalah seperti yang sudah saya sebutkan di atas tadi yaitu menggunakan media tanam pot, polybag dan lahan bedengan.

1. Media Tanam Pot Atau Polybag

Cara menanam seledri menggunakan media tanam pot atau polibag, untuk mengolah tanah yang digunakan sebagai media tanam seledri dengan menggunakan pot atau polybag yaitu sama. Maka dari itu agar menjadi lebih simpel maka saya gabungkan menjadi satu kedua media atau tempat bertanam tersebut. Cara atau langkah untuk mengolah tanah pada media polybag atau pot yaitu sangat mudah dan sederhana. Simaklah ulasan berikut ini tentang cara mengolah tanah khusus media pot dan polybag yang baik dan benar:

a. Alat dan bahan yang digunakan
  • Pot atau plastik polybag
  • Tanah
  • Pupuk kandang atau pupuk kompos
  • Pupuk KCL
  • Cangkul atau sekop
b. Cara Mengolah Tanah Menggunakan Polibag

Langkah-langkah yang harus diperhatikan untuk mengolah tanah yang digunakan sebagai media tanam melalui pot atau polybag yaitu sebagai berikut:

  • Tanah di campur dengan pupuk kandang atau pupuk kompos dengan perbandingan 1:1. Kedua bahan tersebut diaduk hingga tercampur dengan rata.
  • Dalam setiap satu pot atau polybag maka perlu ditambahkan pupuk KCL yaitu sebanyak 1 sendok makan.
  • Setelah semua bahan tercampur dengan rata maka campuran tersebut siap dimasukkan ke dalam polybag atau pot yang sudah disediakan
  • Sebelum digunakan sebagai media bertanam alangkah baiknya tanah pada pot atau polybag disiram terlebih dahulu menggunakan air biasa. Tujuan penyiraman tersebut agar tanah menjadi lembab dan gembur, dan pastinya tanah menjadi subur.

2. Media Tanam Bedengan

Cara menanam seledri menggunakan media tanam bedengan, dalam cara mengolah tanah pada suatu lahan bedengan merupakan cukup rumit dan membutuhkan tenaga yang lebih untuk melakukannya. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentunya tidak didapatkan dengan cara yang singkat. Melainkan ada tahapan-tahapan yang perlu diperhatikan dalam cara mengolah lahan bedengan. Ada beberapa langkah dalam cara mengolah lahan bedengan yang harus dilakukan secara berurutan dan secara rinci.

cara menanam seledri

 

a. Alat dan bahan yang digunakan

Sebelum mengolah melakukan pengolahan lahan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan bahan dan alat-alat yang dibutuhkan:

  • Mempersiapkan plastik mulsa
  • Cangkul
  • Pupuk kandang atau pupuk kompos
  • Pupuk urea
  • Pupuk KCL
b. Cara Mengolah Tanah Menggunakan Media Bedengan

Setelah semua alat dan bahan sudah disiapkan, maka langkah yang ke dua yaitu mengolah lahan tanah bedengan. Dalam cara pengolahan tanah bedengan ada beberapa langkah yang harus dilakukan secara berurutan. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan secara bertahap dan jelas:

  1. Langkah pertama yang harus dilakukan dalam cara pengolahan lahan bedengan ialah tanah digemburkan terlebih dahulu. Tanah digemburkan bisa dengan cara di bajak atau di cangkul. Namun pada umumnya para petani lebih menyukai proses penggemburan tanah dengan cara di cangkul. Karena dengan cara di cangkul akan mendapatkan hasil yang maksimal dan tanah tidak menggumpal.
  2. Setelah proses penggemburan tanah selesai, maka langkah selanjutnya yaitu proses pembentukan bedengan. Tanah bedengan di bentuk persegi panjang dengan lebar sesuai dengan ukuran plastik mulsa yang akan digunakan. Lebar plastik mulsa pada umumnya yaitu sekitar 80 cm sampai 100 cm. Buatlah jarak setiap bedeng nya yaitu sekitar 50 cm. Pemberian jarak tersebut biasanya digunakan sebagai jalan untuk perawatan dan proses pemanenan.
  3. Setelah tanah selesai di bentuk, kemudian langkah selanjutnya yaitu proses pemupukan. Namun sebelum dilakukan proses pemupukan alangkah baiknya diberikan sedikit taburan kapur khusus untuk tanah. Pemberian kapur digunakan pada tanah jika tanah terlalu lembab. Kapur tersebut berguna untuk mengurangi kandungan air yang terdapat pada tanah.
  4. Di atas tanah yang sudah diberikan taburan kapur selanjutnya diberikan pupuk kandang atau pupuk kompos. Pupuk kandang atau pupuk kompos di jereng di atas lahan bedengan dengan ketebalan sekitar 5 cm. Pemberian pupuk tersebut bertujuan agar tanah menjadi semakin subur karena kandungan yang terdapat pada pupuk.
  5. Setelah pemupukan selesai maka di atas pupuk kandang bisa ditambahkan sedikit pupuk urea. Namun pemberian pupuk urea tersebut hanya sebagai pelengkap sesuai dengan selera petani.
  6. Proses pemupukan yang terakhir yaitu pemberian pupuk KCL. Pemberian pupuk KCL dengan cara ditaburkan pada pupuk yang sudah dijereng pada keterangan di atas tadi. Pupuk KCL cukup ditaburkan dengan cara tipis-tipis secara merata. Pupuk KCL tersebut bertujuan sebagai pelengkap atau penambah gizi pada suatu tanaman.
  7. Setelah proses pemupukan selesai maka langkah selanjutnya yaitu proses penutupan. Untuk proses penutupan setelah proses pemupukan yaitu ada 2 langkah. Langkah yang pertama yaitu penutupan lahan bedengan menggunakan tanah dan yang kedua yaitu penutupan menggunakan plastik mulsa. Berikut ini adalah cara beserta keterangannya:
c. Proses Penutupan Lahan Bedengan

Dalam penutupan lahan bedengan yang menggunakan plastik mulsa ada beberapa proses yaitu :

  • Proses penutupan yang pertama adalah menggunakan tanah biasa. Tanah ditutupkan pada atas bedengan yang sudah di beri pupuk. Ketebalan tanah tersebut sekitar 5 cm dan tidak perlu terlalu tebal. Kemudian tanah diratakan atau dihaluskan sebelum dilakukan penutupan menggunakan plastik mulsa.
  • Penutupan menggunakan plastik mulsa. Caranya yaitu plastik mulsa di potong dengan ukuran lahan bedengan yang akan ditutup. Kemudian plastik didiamkan sebentar agar terkena panas dan agak mulur. Lalu plastik sedikit di tarik oleh 2 orang dan pasangkan plastik di atas bedengan dengan kencang. Pengunci untuk plastik mulsa biasanya menggunakan bambu yang sudah di potong kecil-kecil sektar 20 cm dan di belah dengan tipis-tipis.